CD Book ” Agar Karyawan Jadi Hartawan”

Posted by jumadi on June 14, 2010 under Motivasi & Pengb. Diri | Be the First to Comment

Setelah 5 buku saya terbit dan beredar di pasaran buku Indonesia, saya mendapat banyak masukan untuk menulis materi khusus tentang Motivasi, Tips Sukses dalam Pekerjaan dan ada yang ingin saya membahas bagaimana menumbuhkan jiwa Entrepreneurship sedangkan kita masih bekerja sebagai karyawan. Atau ada yang menanyakan bagaimana agar kita bisa memiliki usaha sampingan yang menghasilkan tanpa harus meninggalkan perkerjaan kita.

Saran, masukan, gagasan itu menginspirasi saya untuk menulis buku “Agar Karyawan Menjadi Hartawan” ini. Dan setelah selesai ternyata menjadi bagian-bagian yang cukup banyak jika harus dicetak dalam bentuk buku. Untuk lebih memudahkan membaca, karena hampir semua orang sudah memiliki akses komputer, maka buku saya yang ke-6 ini saya terbitkan dalam bentuk CD Book.

CD Book “Agar Karyawan Jadi Hartawan” ini berisi tips-tips bagaimana kiat menjadi karyawan yang sukses, kaya dan bahagia. Terdiri dari 8 kumpulan tulisan yang terdiri atas:

-         Begini Harusnya Karyawan

-         Dari Karyawan Jadi Juragan

-         500 Ide Usaha dan Info Grosir

-         Charismatic Leadership

-         Memasarkan Diri dan Usaha Anda dengan Spiritual Marketing

-         Jadi Karyawan Harus Kaya

-         Kisah-kisah Karyawan yang Menjadi Kaya dengan Usaha Sampingan

-         Breaking the Limits

 

Dimana semua sub judul itu berisi ulasan yang menumbuhkan inspirasi Anda. Bahkan jika dipisah masing-masing judul itu sudah menjadi 1 buku sendiri. Bayangkan berapa nilai tulisan-tulisan ini.

 

Apa saja yang Anda dapatkan dalam CD Book ini?

 

1.     BEGINI HARUSNYA KARYAWAN!
Buku yang berisi 45 Resep Sukses Karir dan Cara Instan Promosi Jabatan, dibagi dalam 10 tips sbb:

·         Menjadi Karyawan Luar Biasa

·         Bekerja dengan Supermotivasi

·         Cara Mengoptimalkan Potensi Dahsyat Kita

·         Manfaatkan Spiritual Power!

·         Bangunlah Personal Brand

·         Bangkit di Masa Sulit

·         Membangun Hubungan yang Harmonis di Tempat Kerja

·         Managing Your Boss

·         Tumbuhlah Sebagai Pemimpin

·         Tetap Berprestasi Setelah Promosi

 

2.      DARI KARYAWAN JADI JURAGAN
Buku yang membahas Kiat Jitu Berwirausaha. Berisi motivasi dan kiat
memulai usaha:

·        Mengolah Ide Menjual Gagasan 
·        Memulai Usaha
·        Mengatur Strategi Bisnis
·        Mematahkan Belenggu Kegagalan
·        Memegang Kunci Sukses
 

3.     500 IDE USAHA DAN INFO GROSIR
Disini kami sampaikan Ide-ide Usaha dan Informasi Grosir:

  1.  
    • Lebih dari 500 Ide Usaha dan Gagasan Penghasil Uang
    • Pusat Grosir Aneka Produk (Pakaian, Aksesoris, Tas, Busana Muslim, Pakaian Anak, Aksesoris Remaja, Handphone, Hiasan, Pernak-pernik, dll)
    •  Informasi Seputar Waralaba dan Daftar 105 Waralaba Murah dan Terbukti Sukses

 

4.     CHARISMATIC LEADERSHIP
Buku yang mengupas 17 Resep Menginspirasi Bawahan dan Menjadi Pemimpin Kharismatik.

 

5.     MEMASARKAN DIRI DAN USAHA ANDA DENGAN SPIRITUAL MARKETING
Buku yang berisi tips dan panduan memasarkan diri dan usaha dengan berbasis nilai-nilai spiritual. Sebuah konsep baru dalam dunia pemasaran, yang menuntut untuk sukses mencapai target materi dan in-material, sukses berbisnis dan menjacapai kebahagiaan.

 

6.     JADI KARYAWAN HARUS KAYA!
Buku yang berisi panduan memaknai pekerjaan dan kekayaan

  1.  
    • Jadi Karyawan Harus Kaya
    • Perintah Kewajiban Bekerja
    • Bekerja adalah Ibadah
    • Melatih Anak Bekerja
    • Menjadi Orang Kaya yang Shalih
    • Teladan Dalam Mneyikapi Harta
    • Menjual dan Menghasilkan Uang di Internet
    • Sumber-sumber Permodalan bagi UKM
    • Kiat Sukses
    • Menjadi Kaya dengan Bersih Hati

 

7.     KISAH-KISAH KARYAWAN KAYA DENGAN BISNIS SAMPINGAN
Berisi 37 kisah-kisah nyata orang-orang yang menjadi kaya dengan bisnis sampingan, mengubah haluan dari penghasilan pas-pasan sebagai karyawan menjadi pemilik usaha dan majikan bagi usahanya.

  1.  
    • Dari kuli bangunan jadi juragan
    • Dari karyawan jadi pemilik perusahaan
    • Dari buruh jadi jutawan
    • Sukses setelah PHK
    • Dan 33 kisah-kisah yang menginspirasi lainnya

 

  1. BREAKING THE LIMITS – 99 Resep Hidup Bahagia Bagi Karyawan

Berisi 99 Kiat Motivasi Superdahsyat yang akan menjadi semangat Anda selalu menyala menuju hidup yang bahagia

 

***********

Pesanan bisa lewat SMS ke 08556500888 atau email ke prama@indosat.net.id

Jika tidak memberatkan Anda, tolong forwardkan email ini ke rekan-rekan kita yang lain, mungkin informasi ini akan bermanfaat bagi mereka.

 

Salam,

Biarkan Dunia Mengenangmu

Posted by jumadi on July 17, 2009 under Motivasi & Pengb. Diri | 2 Comments to Read

Dalam sebuah cerita klasik Cina dikisahkan bahwa ada seorang tua yang bekerja sebagai petani berhasil memindahkan bukit agar bisa dipakai anak-anaknya untuk berjalan.

Setiap hari ia memindahkan dua keranjang pasir yang diambil dari sebuah bukit dan diletakkan di tanah kosong. Dia melakukannya setiap hari sejak muda. Sehingga pada saat dia tua bukit itu sudah bisa dilalui anak-anaknya. Pak tani itu telah mencatatkan namanya dalam sejarah cerita di dunia.

Insan mulia, seorang pemenang menyadari bahwa cita-cita yang tinggi bukan sebuah kemustahilan untuk dicapai bila sedikit demi sedikit meraihnya.

”Bukit” mana yang perlu Anda pindah? Sehingga seluruh manusia di dunia akan mengenang Anda dan mencatatkannya dalam sejarah.

Sebuah tantangan menarik jika kita melihat Daftar 100 orang Paling Berpengaruh di Dunia yang disusun Michael Hart atau Daftar Penemu-penemu Ilmu Pengetahuan yang tercantum dalam buku-buku ensiklopedi atau Rangkuman Pengetahuan Umum. Disana belum ada nama kita kan? Pertanyaannya adalah bagaimana dunia akan mengenang nama kita sebagaimana pak tani dari Cina yang memindahkan bukitnya.  Jika;

Karena James Watt

Dunia mengenal Mesin uap

Karena Nicolaus Otto

Dunia mengenal Mesin 4 tak

Karena Rudolf Diesel

Dunia mengenal mesin diesel

Karena Johannes Guttenberg  

Dunia mengenal mesin cetak Adalah

Karena Christopher Sholes

Dunia mengenal Mesin ketik

Karena C. Marconi

            Dunia mengenal Radio

Karena J.L. Baird & C.F. Jenkins

            Dunia mengenal Televisi

Karena Samuel F.B. Morse

            Dunia mengenal Telegrap

Karena Alexander Graham Bell

            Dunia mengenal telepon

Karena Michael Faraday

Dunia mengenal Dinamo

Karena Williarn Sturgeon

            Dunia mengenal Elektromagnet

Karena Thomas Alva Edison

            Dunia mengenal Bola lampu

Karena Volta

            Dunia mengenal Batu baterai

Karena Galileo Galilei

            Dunia mengenal Termometer

Karena Robert Boyle, John Walker

            Dunia mengenal Korek api

Karena Robert Fulton

            Dunia mengenal Kapal api

Karena Cornelius van Drebbel

            Dunia mengenal Kapal selam

Karena Wilhelm Conrad Rontgen

            Dunia mengenal Sinar Rontgen

Karena Louis Jacques Monde da Guerre & Edwin Land

            Dunia mengenal Kamera

Karena Wilbur dan 0. Wright

            Dunia mengenal Pesawat terbang

Karena Benyamin Franklin

            Dunia mengenal Lensa kaca mata

Karena Gottlich Daimler

            Dunia mengenal Mobil

Karena Nikola Tesla

            Dunia mengenal Motor

 

Karena Bung Karno

            Dunia mengenal pancasila

Karena Munir

            Dunia mengenal Kontras

Karena Adnan Buyung Nasution

            Dunia mengenal LBH

Karena Bill Gates dan Paul Allen

            Dunia mengenal Microsoft

Karena ada Andrew Grove

            Dunia mengenal Intel

Karena ada Colonel Sanders

            Dunia mengenal KFC

Karena ada Chung Ju Yung

            Dunia mengenal Hyundai

Karena ada Wiliam Soerjadjaja

            Dunia mengenal Astra

Karena Jonathan L Parapak

            Dunia mengenal Indosat

Karena Puerdi Chandra

            Kita mengenal Primagama

 

Karena Ary Ginanjar Agustian

                        Kita mengenal ESQ Way 165

Karena Arifin Ilham

                        Kita mengenal Indonesia Berdzikir

Karena AA Gym

                        Kita mengenal Manajemen Qolbu

Karena Dale Carnegei

                        Dunia mengenal How to Win Friend

Karena Stephen Covey

                        Dunia mengenal Seven Habits

Karena Daniel Goleman

                        Dunia mengenal Kecerdasan Emosional

Karena Iwan Gayo

                        Dunia mengenal Buku Pintar

            Karena Ibnu Sina

                        Dunia mengenal Ilmu Kedokteran

Karena Anda, dunia mengenal apa? []

 

Jangan Pernah Berhenti!

Posted by jumadi on July 6, 2009 under Motivasi & Pengb. Diri | Be the First to Comment

Di depan rumah kami, biasanya tiap waktu-waktu tertentu lewat penjaja makanan, jamu gendong atau orang yang menawarkan jasa lainnya. Ada jasa perbaikan sepatu, sandal, payung, jasa perbaikan pompa air, jasa pembersihan taman dan banyak lagi. Tidak ketinggalan orang-orang yang menawarkan hiburan seperti pengamen, topeng monyet atau sulap.

Yang menarik bagi saya adalah bahwa mereka setiap hari bahkan setiap saat berkeliling menawarkan barang atau jasanya, ke setiap rumah, tanpa kenal lelah dan tidak pernah berhenti. Padahal saya yakin bahwa mereka tidak selalu diterima di setiap rumah. Bahkan mungkin sebaliknya, yang mereka terima lebih banyak penolakan, pengusiran, bahkan tidak sedikit cacian. Mereka tidak kenal menyerah dan tidak pernah berhenti.

Saya teringat ungkapan Winston Churchill yang paling berpengaruh adalah ketika beliau berpidato di wisuda Universitas Oxford. Churchill mempersiapkan pidato ini selama berjam-jam. Dan ketika saat pidatonya tiba, Churchill hanya mengucapkan tiga kata : ‘never give up’ (jangan pernah berhenti).

Sebagai seorang trainer, banyak orang berfikir kalau saya bisa berbicara di depan publik seperti sekarang sudah sejak awal. Tentu saja semua itu tidak benar. Awalnya, saya adalah seorang pemalu, mudah tersinggung, takut bergaul dan minder. Dan ketika memulai profesi pembicara publik, sering sekali saya dihina, dilecehkan dan direndahkan orang. Dari lafal ‘T’ yang tidak pernah lempeng, kaki seperti cacing kepanasan, tidak bisa membuat orang tertawa, pembicaraan yang terlalu teoritis, istilah-istilah yang tidak perlu, serta segudang kelemahan lainnya.

Tidak bisa tidur beberapa minggu, stres atau jatuh sakit, itu sudah biasa. Pernah bahkan oleh murid dianjurkan agar saya dipecat saja menjadi dosen di tempat saya mengajar.

Pengalaman serupa juga pernah dialami oleh banyak agen asuransi jempolan. Ditolak, dibanting pintu, dihina, dicurigai orang, sampai dengan dilecehkan mungkin sudah kebal. Pejuang kemanusiaan seperti Nelson Mandela dan Kim Dae Jung juga demikian. Tabungan kesulitan yang mereka miliki demikian menggunung. Dari dipenjara,hampir dibunuh, disiksa, dikencingin, tetapi toh tidak berhenti berjuang.

Apa yang ada di balik semua pengalaman ini, rupanya di balik sikap ulet untuk tidak pernah berhenti ini, sering bersembunyi banyak kesempurnaan hidup. Mirip dengan air yang menetesi batu yang sama berulang-ulang, hanya karena sikap tidak pernah berhentilah yang membuat batu berlobang.

Besi hanya menjadi pisau setelah ditempa palu besar berulang-ulang, dan dibakar api panas ratusan derajat celsius. Pohon beringin besar yang berumur ratusan tahun, berhasil melewati ribuan angin ribut, jutaan hujan, dan berbagai godaan yang meruntuhkan.

Di kantor kami ada seorang pramu taman sekaligus office boy yang selalu bekerja dengan senyum dan tampak tidak pernah meratapi pekerjaannya yang berat. Saya sudah mengenalnya lebih dari 5 tahun, ketika saya tanya bagaimana ia menjalani pekerjaan berat yang mungkin banyak menerima tugas-tugas rumit sebagai pesuruh kantor, ia justru bilang,

”Pak, justru saya merasa sangat senang bekerja disini. Saya bisa membantu menyelesaikan permasalahan banyak orang, meringankan beban para karyawan. Saya sangat senang ketika mereka juga merasa nyaman bekerja disini.”

Saat menunggu kapal di pelabuhan atau sedang menunggu bis berangkat, saya selalu memperhatikan penjual koran, tukang semir, pedagang asongan, mereka adalah orang-orang yang tidak pernah mudah menyerah. Mereka tidak gentar dengan penolakan. Terus bergerak, menawarkan dan terus menawarkan. Tidak pernah berhenti.

Sebagaimana seorang pendaki yang tidak akan berhenti sebelum mencapai puncak, sebagaimana pembalap yang selalu ingin mencapai finis maka jangan berhenti sebelum mencapai apa yang menjadi harapan dan cita-cita Anda.

Jika mencari guru, orang-orang bawah seperti pembantu, pedagang bakso, satpam, supir, penyanyi rendahan, dan tukang kebunlah guru-guru sejati kita. Dan dari mereka inilah pelajaran atas pidato inspiratif  Winston Churchill justru kita peroleh. Jangan menyerah.[]

Relationship in Marketing

Posted by jumadi on April 17, 2009 under Marketing Ideas | Read the First Comment

 

Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda. Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri. - Andrew T. Somers

 

Namanya Inge. Perempuan mungil dengan penampilan simpel dan menarik ini adalah manager marketing sebuah media cetak lokal di salah satu kota besar di Jawa Tengah. Sebagai seorang marketing sebagian besar waktunya digunakan untuk menemui klien. Tidak jarang ia harus menemui relasinya di rumah makan, café bahkan kadang di tempat karaoke.

 

Angel tidak sendiri.  Mitranya dari perusahaan sejenis atau bidang lain yang sama-sama berprofesi sebagai sales juga sering melakukan hal yang sama. Bahkan mereka kadang menemui secara rame-rame klien yang sama.

 

Menurut mereka, semua itu dilakukan untuk menjalin hubungan yang baik dengan para relasi. Karena sebagian besar order diterima dan disepakati di tepat-tempat seperti itu.

 

Lain lagi yang dilakukan Ais. Seorang sales executive di sebuah perusahaan telekomunikasi ternama. Di luar program ‘resmi’ sebagai marketer ia juga aktif di kegiatan sosial. Ia juga seorang pembicara seminar, pelatih motivasi, konseling remaja dan aktif juga dalam kampanye anti narkoba. Tidak jarang ia datang ke sekolah-sekolah untuk menjadi penceramah dalam kegiatan penyuluhan, orientasi siswa (MOS) dan Pramuka. Ia rutin mengisi acara mentoring kerohanian Islam di beberapa sekolah. Ia dikenal para guru dan kepala sekolah.

 

Gadis berjilbab ini selain dikenal sebagai pemasar juga sebagai ustadzah. Dua hal yang berkaitan erat meski tampak berbeda. Hasilnya luar biasa. Sebagian besar guru sekarang menggunakan jasa kartu seluler produk perusahaannya. Demikian juga murid di sekolah-sekolah ini. Namanya banyak dikenal seiring dengan populernya perusahaan tempat ia bekerja, juga produk kartu selulernya.

 

Berbagai cara digunakan oleh para sales person atau marketing perusahaan untuk melakukan pendekatan kepada pelanggan atau klien mereka. Intinya masa, bagaimana mendapatkan order atau menjual produk ke pasar yang dituju.

Membina hubungan-hubungan yang baik dengan para pelanggan, pegawai, pemasok, distributor, dan partner-partner distribusinya adalah satu hal penting dalam menjamin kesinambungan usaha karena hubungan baik akan menentukan nilai masa depan perusahaan yang bersangkutan.

Relationship marketing merupakan suatu sistem pemasaran yang semakin diminati oleh para pemasar, kerena pemasar mulai menyadari bahwa komunikasi pemasaran yang dijalankan satu arah dan ditujukan ke semua orang sudah tidak memadai lagi karena adanya ekspektasi konsumen yang semakin tinggi dari waktu ke waktu.

Beberapa definisi relationship marketing dikemukakan oleh berbagai pihak dengan penekanan dan konteks yang berbeda-beda, namun pada intinya relationship marketing menekankan pada pengembangan dan pemeliharaan hubungan dengan konsumen dalam jangka panjang.

Maksud dan arti relationship marketing dalam area pemasaran jasa oleh Berry diartikan sebagai menarik, memelihara, dan meningkatkan hubungan dengan pelanggan, dalam definisi tersebut yang terpenting adalah bahwa menarik pelanggan baru dipandang sebagai “langkah antara” dalam proses pemasaran. Sedangkan menguatkan hubungan, merubah konsumen yang acuh menjadi loyal, dan melayani pelanggan sebagai klien harus menjadi pertimbangan penting bagi kegiatan pemasaran.

Transaction marketing biasanya lebih aplikatif untuk perusahaan jasa, sedangkan transactional marketing akan lebih aplikatif dan sesuai untuk pemasaran bagi perusahaan yang menghasilkan produk manufaktur.

Relationship marketing yang efektif akan menghasilkan outcomes yang positif berupa persentase konsumen yang puas yang lebih tinggi yang disebabkan oleh efektifnya komunikasi, loyalitas konsumen lebih besar.

Seorang klien yang puas tentu akan dengan senang hati menghubungi Anda kembali di masa yang akan datang. Entah itu hanya untuk mengucapkan selamat atas promosi Anda, atau bahkan menawarkan kerjasama baru dengan Anda.

 

Hubungan dengan klien bisa rapi terjalin jika Anda tak pelit untuk mengontak mereka. Jangan hanya mengontak mereka saat Anda membutuhkan. Kalau perlu, datangi mereka di luar jam kerja, meski itu cukup menyita waktu.

 

Pilihannya adalah cara yang mana yang menjadi tepat menurut Anda. Tentu semuanya terkait dengan hati dan hal-hal prinsipal bagi diri Anda. Cara yang elegen, profesial dan menjaga citra diri dan perusahaan Anda akan lebih baik dilakukan.

 

Semakin personal sebuah hubungan, sepanjang dalam batas-batas profesionalisme, akan semakin mendekatkan Anda dengan relasi. Sekali lagi, sesuaikan dengan citra diri dan perusahaan Anda. [js]

 

Anda Luar Biasa!!!

Posted by jumadi on February 23, 2009 under Motivasi & Pengb. Diri | 2 Comments to Read

Anda Luar Biasa!!!

(dari kisah Eni Kusuma, PRT yang juga penulis buku)

 

Mitra profesional, ijinkan saya untuk bercerita sedikit tentang sosok berikut ini. Dia memang sosok yang luar biasa. Terus terang saya salah seorang (mungkin diantara sekian banyak orang) yang ingin memberikan kontribusi untuk mengisi rubrik Pembelajar.com, sebuah situs motivas yang saya sukai.

 

Namun, saya merasa belum ’kelas’nya untuk mengisi rubrik saat itu. Mungkin pengalaman dan pendidikan saya belum memadai, pikir saya waktu itu.

 

Alangkah terkejutnya ketika saya tahu beberapa waktu kemudian ada seorang kontributor yang bernama Eni Kusuma. Kontibutor yang sekali lagi, menurut saya sangat luar biasa. Anda tahu apa profesi beliau? Pembantu Rumah Tangga.

 

Beliau juga menulis sebuah buku berjudul ’Anda Luar Biasa!!!’ yang langsung saya cari ke toko buku saat itu juga.

 

Profesi sebagai pembantu rumah tangga atau TKW di negeri orang, sering dipandang sebelah mata. Sekalipun, mereka adalah penyumbang devisa negara yang tidak bisa disepelekan jumlahnya. Mereka punya peran untuk keluarga maupun bangsanya, walau penghargaan maupun perlindungan terhadap mereka sangatlah minim. Tak heran jika yang sering kita dengar adalah kisah-kisah pilu tentang tidak berdayanya para TKW ini.

 

Namun, Eni Kusuma, membalikkan semua pandangan tersebut. Enam tahun menjalani profesi sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, Eni berhasil pulang dengan membawa sesuatu. Bukan harta yang berlimpah, tetapi sebuah hasil proses pembelajaran yang sangat menakjubkan. Di tengah-tengah kesibukannya sebagai pembantu rumah tangga, ia berhasil mengasah bakat menulisnya dan bergaul dengan komunitas yang lebih luas melalui internet.

 

Lulusan sebuah SMA di Banyuwangi, Jawa Timur, ini pun aktif di sejumlah mailing list penulisan. Di sana keterampilannya berkembang pesat dan ia mulai bergaul dengan sejumlah penulis sukses. Artikel-artikelnya pun tersebar dan semakin diapresiasi oleh khalayak. Sejumlah artikel motivasinya juga berhasil dimuat di situs motivasi dan pengembangan diri terpopuler, Pembelajar.com. Dari situlah akhirnya pada April ini Eni berhasil meluncurkan sebuah buku motivasi berjudul Anda Luar Biasa!!! (Fivestar, 2007).

 

Di Indonesia atau bahkan dunia, mungkin Anda Luar Biasa!!! adalah buku motivasi pertama yang ditulis oleh seorang pembantu rumah tangga. Dan, tak tanggung-tanggung, buku ini juga dikomentari oleh tak kurang dari 27 penulis, motivator, tokoh, atau aktivis yang punya nama. Mungkin, semua ini merupakan bentuk apresiasi atas semangat dan kemauan belajar penulisnya yang benar-benar menyentuh hati.

 

Eni yang kini berusia 30 tahun, terus belajar mengasah kemampuan menulisnya. Ia juga mulai membagikan semangatnya melalui forum-forum seminar, diskusi, serta talk show di radio-radio. Sasaran yang sedang dia bidik adalah seminar di berbagai kampus untuk menyemangati para mahasiswa atau generasi muda umumnya.

 

Saya juga kagum dengan ungkapan seorang Bapak Ilmu Psikologi asal Amerika, William James, yang disitir Mbak Eni dalam bukunya tersebut:

 

Kita, manusia, selalu memikirkan apa yang tidak kita miliki dan tidak bersyukur kepada Tuhan atas apa yang kita miliki. Kita selalu melihat sisi gelap dan yang mengerikan dalam kehidupan ini. Kita tidak pernah melihat sisi cerah dalam kehidupan ini. Kita selalu bersedih atas kekurangan yang kita miliki dan tidak pernah bahagia dengan apa yang ada pada diri kita.

 

Orang-orang sukses, dan orang-orang yang luar biasa menurut saya adalah orang-orang yang selalu melihat sisi terang pada diri mereka dan selalu melihat sisi baik dari semua kejadian. Semua pasti ada hikmahnya. Begitu ungkapan mereka ketika menemui satu peristiwa, sakit sekalipun.

 

Pernah mendengar hadits Nabi Muhammad yang kurang lebih mengatakan bahwa “Akan datang suatu masa dimana memegang kebenaran laksana menggenggam bara api. Dan sangat beruntunglah orang yang berbeda.”

 

Maka dulu para aktivis pergerakan menyebut diri mereka generasi ghuraba yang artinya adalah berbeda atau asing.

 

Orang yang berbeda artinya sama dengan orang tidak normal. Tidak biasa, alias luar biasa. Extra Ordinary.  Ternyata sukses juga diraih oleh orang-orang yang berbeda dengan orang lain pada umumnya. Keberhasilan hanya diraih oleh orang yang bersikap luar biasa.

 

Paling tidak karakter orang sukses mencerminkan 4 karakter yang  saya singkat CARE.

 

Sifat yang pertama adalah Commitment, (komitmen). Orang yang sukses dalam hidupnya selalu memiliki komitmen yang kuat adalam segala hal. Lihatlah orang-orang besar yang Anda kenal. Hampir semuanya memiliki ini kan? Nabi Muhammad memegang komitmen meskipun deraan ujian menghalangi perjuangannya, Bilal sanggup menanggung hukuman cambuk untuk memegang komitmen aqidahnya. Orang besar lainnya juga demikian, dulu hingga sekarang.

 

Karakter yang kedua adalah Achievment (Pejuang). Seorang yang berhasil dalam hidupnya senantiasa berjuang dalam meraih keberhasilan. Cerita klasik Sanders dan Alfa Edison sudah Anda hafal. Orang yang meniti kesuksesan mulai dari titik terendah juga sering Anda jumpai. Perjuangan para pahlawan juga bukti sejarah artis ebuah perjuangan. Orang sukses selalu berjuang keras mencapai apa yang dicita-citakan.

 

Sifat yang ketiga orang sukses adalah Responsibility (bertanggungjawab). Tidak perlu dijelaskan panjang lebar, yang namanya tanggungjawab merupakan kaidah pokok orang-orang ebsar. Belajarlah dari Umar bin Abdul Azis ketika menjadi pemimpin 22 negara Islam dalam kekhalifahannya, lihatlah Syafrudin Prawiranegara ketika mengembalikan kursi kepresidenan kembali kepada Soekarno ketika ia kembali dan lihatlah tanggungjawab yang diberikan para pahlawan reformasi ketika para mahasiswa merasa dirinya merupakan agen perubahan.

 

Karakter keempat dari konsep CARE ini adalah Enthuastic (Antusias). Orang besar dan orang sukses pada umumnya kita ketahui mereka selalu memiliki antusiasme yang tinggi dalam melakukan pekerjaan mereka. Bukan hanya sekedar mencintai pekerjaan tapi berusaha sebisa mungkin untuk mencapai hasil yang lebih dari biasanya. Motivasi untuk berprestasinya sangat tinggi. Antusias mereka terhadap pencapaian hasil didasari kesadaran dari dalam diri mereka sendiri dan sebagian lagi mungkin karena dorongan dari eksternal. Yang pasti mereka senantiasa melakukan pekerjaan dengan penuh gairah.

 

Mengutip apa yang disampaikan oleh Mbak Eni Kusuma, siapapun Anda, lengkap dengan keadaan yang menyertai Anda. Anda adalah orang yang luar biasa! Maukah Anda menemui karunia Tuhan yang ada pada diri Anda, untuk kemudian memilih secara tepat keputusan-keputusan yang Anda ambil atas karunia itu, yang tentunya sejalan dengan akal dan budi Anda? Tentu. Karena nasib Anda ada di tangan Anda sendiri.

 

Dan, begitu Anda menyadari hal ini, Anda sungguh menjadi orang yang Luar Biasa!!! [js]

(taken from 99 Ideas for Happy Life)

Bangkit Di Masa Sulit

Posted by jumadi on February 19, 2009 under Ideas @ Work, Motivasi & Pengb. Diri | Read the First Comment

Seorang ibu menyuruh seorang anaknya membeli sebotol penuh minyak. Ia memberikan sebuah botol kosong dan uang sepuluh rupee. Kemudian anak itu pergi membeli apa yang diperintahkan ibunya.

 

Dalam perjalanan pulang, ia terjatuh. Minyak yang ada di dalam botol itu tumpah hingga separuh. Ketika mengetahui botolnya kosong separuh, ia menemui ibunya dengan menangis,

 

“Ooo… saya kehilangan minyak setengah botol! Saya kehilangan minyak setengah botol!” Ia sangat bersedih hati dan tidak bahagia. Tampaknya ia memandang kejadian itu secara negatif dan bersikap pesimis.

 

Kemudian, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee lagi. Kemudian anaknya
pergi. Dalam perjalanan pulang, ia juga terjatuh. Dan separuh minyaknya tumpah. Ia memungut botol dan mendapati minyaknya tinggal separuh.

 

Ia pulang dengan wajah berbahagia. Ia berkata pada ibunya, “Ooo… ibu saya tadi terjatuh. Botol ini pun terjatuh dan minyaknya tumpah. Bisa saja botol itu pecah dan minyaknya tumpah semua. Tapi, lihat, saya berhasil menyelamatkan separuh minyak.” Anak itu tidak bersedih hati, malah ia tampak berbahagia. Anak ini tampak bersikap optimis atas kejadian yang menimpanya.

 

Sekali lagi, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee. Anaknya yang ketiga pergi membeli minyak. Sekali lagi, anak itu terjatuh dan minyaknya tumpah. Ia memungut botol yang berisi minyak separuh dan mendatangi ibunya dengan sangat bahagia.

 

Ia berkata, “Ibu, saya menyelamatkan separuh minyak.”  Tapi anaknya yang ketiga ini bukan hanya seorang anak yang optimis. Ia juga seorang anak yang realistis. Dia memahami bahwa separuh minyak telah tumpah, dan separuh minyak bisa diselamatkan. Maka dengan mantap ia berkata pada ibunya, “Ibu, aku akan pergi ke pasar untuk bekerja keras sepanjang hari agar bisa mendapatkan lima rupee untuk membeli minyak setengah botol yang tumpah. Sore nanti saya akan memenuhi botol itu.”

 

Mitra profesional, kita bisa memandang hidup dengan kacamata buram, atau dengan kacamata
yang terang. Namun, semua itu tidak bermanfaat jika kita tidak bersikap realistis dan mewujudkannya dalam bentuk kerja yang realistis.

 

Kehidupan kita tak akan pernah berjalan semulus yang kita pikirkan.  Berbagai macam tantangan, misalnya kehilangan pekerjaan atau orang- orang yang dicintai, disabotase, bangkrut dan lain sebagainya, bisa  saja menyeret kita dalam keterpurukan.

 

Bila kita melihat ke sekeliling, begitu banyak orang-orang yang tenggelam dalam keterpurukan dan terjerat cukup lama dalam kegelapan, misalnya menjadi pecandu narkoba, budak hutang dan kemiskinan, korupsi atau melakukan tindak kejahatan lainnya lalu dipenjarakan, dan bentuk kemalangan lainnya.

 

Bila kita cukup cerdas dalam menghadapi tantangan kehidupan, bermacam  bentuk benturan keras seperti itu seharusnya tidak membuat kita semakin terpuruk. Tantangan kehidupan adalah kesempatan untuk introspeksi diri. Benturan keras dalam kehidupan akan menjadikan kita lebih mulia, jika kita segera sadar atas kekeliruan yang telah dilakukan, kelemahan yang harus

 

Tantangan kehidupan adalah bagian dari perjalanan hidup supaya kita menjadi lebih cerdas menghadapi tantangan kehidupan. Tokoh-tokoh terkenal dan sukses, misalnya Walt Disney, Soichiro Honda, Thomas Edison, Wright Bros, Fred Smith, Mohamad Ali,  Henry Ford, Bill Gates, Steve Jobs, Oprah Winfrey, Christoper Columbus, Anthony Robins, hingga Tukul Arwana, sudah pernah mengalami keras dan sakitnya kehidupan. Tetapi semua pengalaman pahit tersebut justru membimbing mereka ke gerbang kesuksesan.

 

Kesuksesan mereka bukan semata-mata dipengaruhi oleh faktor pendidikan ataupun modal, apalagi faktor kebetulan. Mereka berhasil lantaran kekuatan dan kecerdasan mereka menghadapi tantangan kehidupan. Menurut Paul G. Stoltz, Phd, dalam bukunya berjudul Adversity Quotient (AQ), ada tiga tipe manusia dalam analogi mendaki gunung:

1.  Quitters – orang-orang yang mudah menyerah, sehingga kehidupan mereka semakin terpuruk dalam kemalangan.

2.  Campers – orang-orang yang mudah puas dengan apa yang sudah  dicapai, sehingga kehidupan mereka biasa-biasa saja.

3.   Climbers – orang-orang yang selalu optimis, berpikir positif dan terus bersemangat kerja sampai benar-benar mendapatkan yang mereka inginkan. Contoh dari tipe orang ke tiga adalah orang-orang yang sukses di dunia ini. Selalu memanfaatkan kesempatan untuk maju dan pulih dari keterpurukan adalah ciri khas mereka yang utama. Tak mengherankan jika mereka melalui setiap rintangan dengan tabah, berjuang keras, dan mental yang kuat.

 

Tantangan kehidupan memang tidak pernah ada habisnya. Tetapi selama kita terus berusaha memperbaiki diri dan strategi ditambah dengan kesadaran spiritual yang lebih dalam, maka kita akan dapat mencapai tujuan tertinggi.

 

Oleh sebab itu, perbaiki diri terus-menerus, jangan menunggu sampai kemalangan itu benar-benar datang. Mantapkan keyakinan ketika membuat perencanaan dan menetapkan target yang memungkinkan tercapai. Kemudian langsung melakukan langkah-langkah untuk memastikan hasil maksimal, dengan penuh komitmen dan kerja keras, kecintaan dan semangat. Dengan demikian kita akan memiliki kepekaan sekaligus keseimbangan disaat harus menghadapi tantangan kehidupan yang cukup keras.

 

Mulai detik ini tanyakanlah pada diri sendiri seberapa besar pengaruh positif yang telah Anda dapatkan atas berbagai situasi yang Anda alami? Pastikan tantangan hidup selama ini membawa Anda pada kedewasaan, kebijaksanaan dan kualitas spiritual yang lebih baik.  Dengan demikian Anda akan dapat menilai apakah Anda sudah mampu bangkit dan menjadi manusia yang lebih mulia atau belum. [js]

 

 

 

Creative Campaign: Cara Murah Kampanye Politik

Posted by jumadi on January 30, 2009 under Politik & Budaya | Read the First Comment

Setelah tulisan saya Political Marketing (sebenarnya ada subjudulnya ‘cara cerdas menggaet pemilih’) dimuat di Nirmala Post beberapa hari lalu, saya mendapatkan banyak masukan, komentar dan pertanyaan dari para pembaca. Sebagian menunjukkan dukungan, konfirmasi lanjutan sampai permintaaan untuk membuat tulisan lanjutan yang mendetailkan konsep tersebut.

Sebenarnya konsep political marketing sudah banyak dibahas oleh beberapa ahli marketing di Indonesia. Tidak kurang Hermawan Kartajaya, Hendi Irawan sampai majalah Marketing juga mengulas hal tersebut. Demikian pula buku-buku yang membahas hal yang sama, salah satunya adalah The Political Campaigning Handbook  yang ditulis Lionel Zetter berdasarkan pengalaman dan pengamatannya dalam pelaksanaan Pemilu Inggris selama beberapa dekade.

Ketika kita sudah memahami konsep tersebut, tahapan selanjutnya adalah bagaimana mengimplementasikannya di lapangan. Seperti yang saya tulis sebelumnya, untuk mengkomunikasikan brand kita (Parpol atau Caleg) adalah melalui aktivitas promosi, iklan, pemasangan porster dan lain-lain. Namun dalam situasi yang crowd seperti ini diperlukan cara dan stratgei kampanye yang lebih kreatif.

 

Membangun Relationship dengan Pemilih

Salah satu hal penting agar brand kita selalu diingat dan menjadi top of mind dalam benak audiens, dalam hal ini pemilih, adalah dengan membangun hubungan yang terus menerus dengan audiens. Banyak media, sarana dan aktivitas yang bisa kita lakukan dalam mebangun hubungan antara lain:

 

Kantor Sekretariat/Posko

Semua parpol pasti memiliki kantor sekretariat sebagai pusat aktivitas mereka. Seharusnya kantor ini dimanfaatkan seoptimal mungkin sebagai sarana berkomunikasi dengan pemilih. Kegiatan temu kader, pelatihan, sarasehan, acara kepedulian, sampai pertemuan-pertemuan kecil bisa menjadi sarana untuk menggalang dukungan. Rumah caleg atau posko khusus yang disiapkan juga bisa menjadi sarana untuk itu.

 

Publikasi/Press Release/Talkshow

Parpol atau caleg juga bisa memanfaatkan media untuk publikasi kegiatannya dengan membuat release berita. Media apapun akan senang mendapatkan release berita. Dan jika apa yang Anda tulis informatif, dilengkapi foto yang berkualitas, acaranya juga sesuatu yang menarik, fenomenal atau tentang wacana baru (bahkan kontroversi) maka media akan memuat publikasi Anda. Hal ini lebih mudah dilakukan dan Anda tidak membutuhkan biaya untuk pasang iklan. Atau  Anda bisa melakukan talkshow di radio demgan tema-tema yang tepat dan Anda kuasai. Melalui media on air dan off air Anda bisa melakukan publikasi dengan murah.

Saya tertartik dengan yang dilakukan Tung Desem Waringin ketika meluncurkan bukunya. Ia betul-betul pandai membuat publisitas. Masih ingat orang yang membagikan uang 100 juta melalui pesawat terbang? Itulah Tung ketika mempromosikan bukunya Marketing Revolution. Semua media nasional bahkan internasional memuat beritanya, bahkan menjadi headline. Jika dibanding publisitas di media, nilai 100 juta tentu menjadi tidak besar lagi. Demikian juga ketika ia naik kuda di jalan protokol Jakarta saat meluncurkan bukunya Financial Revolution.

 

Hubungan personal melalui surat pribadi

Agar lebih dekat dengan audiens, lakukanlah hal-hal yang sifatnya personal kepada para calon pemilih kita. Setiap orang akan senang jika diperlakukan secara personal. Caranya, berkunjunglah dari rumah ke rumah atau menyapa dengan menyebutkan namanya secara tepat. Hal lain yang bisa Anda lakukan adalah mengirimkan surat secara pribadi (direct mail). Bandingkan dengan selebaran yang kita bagikan, alih-alih mendapatkan dukunga, selebaran, brosur, flyer dan sejenisnya hanya akan dibaca sekilas.    

Coba anda kirim selembar surat yang Anda tandatangani sendiri, sampaikan salam, sebutkan secara singkat visi, pemikiran dan harapan Anda, lalu tunjukkan bahwa Anda membutuhkan dukungan yang bersangkutan.

 

Pesan Singkat/SMS

Hampir semua usia pemilih saat ini memiliki sarana komunikasi handphone. Anda bisa mendata nomor-nomor yang Anda kenal atau dari relawan Anda. Kirimkanlah pesan-pesan singkat yang berisi salam dan permintaan dukungan. Bayangkan jika Anda bisa mengirimkan SMS ke 100 orang setiap hari, dengan biaya yang ringan, berapa banyak orang yang akan mengenal Anda dan bukan tidak mungkin mereka akan memberikan pilihan untuk Anda.

 

Memanfaatkan Media Digital

Sekarang sudah eranya digital. Internet dan email sudah bukan barang baru. Pemilih pemula yang rata pelajar dan mahasiswa jumlahnya cukup signifikan. Dan bagi mereka internet sudah menjadi bagian dari kehidpannya sehari-hari. Bahkan di sekolah, sebagian mata pelajaran mempergunakan sarana internet untuk pembelajaran mereka. Belum lagi para pekerja di kantor dan instansi yang memiliki fasilitas internet, berapa banyak jumlahnya? Ladang suara yang menggiurkan bukan?

Nah, bagaimana meraih dukungan dari mereka? Mau tidak mau kita harus ikut masuk ke dalam ‘dunia’ maya ini. Disamping biaya yang murah, publisitas yang luas juga begitu mudahnya melakukan kampanye di dunia maya ini. Apa saja yang bisa kita lakukan?

 

Blog dan Email

Biasanya fasilitas internet yang digunakan hanya sebatas membuat website dan email. Memiliki situs di internet saja belum cukup. Karena disana hanya berisi informasi searah. Saat ini orang lebih senang bisa melakukan interaksi, meskipun hanya lewat internet. Blog adalah sarana yang tepat untuk menyampaikan pemikiran Anda. Penggunaannya sangat mudah dan biayanya sangat murah. Bahkan Anda bisa mendapatkan kases blog dengan gratis. Email juga menjadi sarana yang bisa digunakan untuk menjalin hubungan pribadi.

     

 Facebook, Komunitas Online dan Mesin Pencari

Salah satu media yang sedang jadi favorit di media digital saat ini adalah facebook dan komunitas online lainnya seperti flickr, yahoo messanger dan sarana komunikasi lainnya. Melalui perangkat blackberry Anda bisa memanfaatkan semua fasilitas online melalui genggaman Anda. Mesin pencari juga sangat powerful saat ini. Jika sedang mengakses internet, coba ketikkan nama Anda atau partai anda di google, apakah muncul di peringkat atas informasi yang tampil aatau tidak, itulah salahsatu gambaran tingkat popularitas kita. Coba bayangkan jika ada pemilih yang bingung untuk menentukan pilihannya, lalu mencari informasi di internet, dan diketik disana: ‘caleg dapil 2’ di wilayah Anda, apakah tidak ingin nama Anda yang akan muncul disana?

 

Zaman sudah berubah, media informasi juga berubah. Maka kita juga harus merubah cara berkomunikasi dengan audiens dan masyarakat di sekitar kita. Jika untuk membuat poster, memasang iklan membutuhkan banyak dana, maka melalui kreativitas cara berberkomunikasi, kita bisa mengalokasikan dana untuk kegiatan lain. Dan bagi yang memiliki keterbatasan biaya, bisa tetap berlomba meraih dukungan tanpa harus bingung mencari tambahan dana. Maka kreatiflah dalam berkampanye.[js]

 

Political Marketing: Cara Cerdas Menggaet Pemilih

Posted by jumadi on January 23, 2009 under Politik & Budaya | Be the First to Comment

Kemenangan Barrack Obama dalam pemilihan presiden Amerika beberapa waktu lalu bukan hanya sekedar kepiawaian dalam negosiasi politik semata, namun juga karena Obama berhasil menjalankan pemasaran secara maksimal. Salah satu kunci keberhasilannya adalah karena ia dan timnya melakukan kampanye secara online secara optimal. Hughes, salah satu tim kampanyenya adalah seorang pendiri komunitas facebook. Melalui media ini Obama meraih banyak simpati massanya. Ia juga menjalankan kaidah pemasaran secara baik. Tim suksesnya membuat perencanaan P-D-B atau positioning, differentiating dan brand dengan seksama dan menjalankan program marketing dengan optimal.

 

Begitu juga dengan keberhasilan calon-calon gubernur, walikota dan bupati dalam banyak Pilkada yang terjadi di Indonesia beberapa tahun terakhir. Sebutlah misalnya, keberhasilan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf di Jawa Barat, Syamsul Arifin-Gatot Pujonugroho di Sumatera Utara adalah salah satu keberhasilan sosialisasi yang optimal. Atau sebelumnya kampanye politik based on research yang dilakukan Ismet Abdullah di Kepulauan Riau. Demikian juga kesuksesan gubernur Jateng Bibit Waluyo dan walikota Tegal Ikmal Jaya tidak terlepas dari aspek-aspek pemasaran yang dibangun sebelumnya.

 

Jika saat ini kita lihat ratusan gambar foto-foto caleg terpampang di hampir seluruh sudat jalan, mulai dari jalan protokol sampai gang-gang dan perkampungan, banyaknya iklan di media massa baik lokal maupun nasional, apakah itu salah satu bentuk political marketing?

 

Marketing untuk Partai Politik

 

Melihat aktivitas yang dilakukan parpol dan caleg akhir-akhir ini, kita tahu bahwa semua telah menyadari bahwa partai atau caleg juga butuh marketing. Namun belum banyak yang menjalankan secara sistematis dan tepat sasaran.

 

Pemilu saat ini berbeda dengan pemilu tahun 2004 lalu. Apalagi jika dibanding masa Orde Baru. Dari sisi pemilih, saat ini parpol juga menghadapi pemilih yang kritis, empowered, dan situasional. Dan yang paling penting persaingan antar parpol kini sudah tidak mengenal lagi yang namanya tekanan, paksaan, tipu daya dan sejenisnya. Semuanya dilakukan secara fair dengan aturan main yang jelas dan transparan. Kalau sudah demikian maka keunggulan bersaing parpol-lah yang akan menjadi faktor penentu kemenangan parpol.

 

Political marketing dan aspek-aspek pendukungnya

 

Bukan hanya sekedar iklan dan membangun pencitraan saja, tapi parpol juga harus secara tepat membangun diferensiasi yang akan menjadi pilar keunggulan berkompetisi. Pada saatnya yang tepat parpol harus melakukan aktivitas brand-building agar dipersepsi baik dan dapat menumbuhkan loyalitas di kalangan para pemilihnya. Intinya, seperti halnya perusahaan, parpol butuh strategi marketing yang tepat secara menyeluruh. Bagaimana menerapkannya dalam konteks pemilu?

 

Political marketing dapat didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas terencana, strategis tapi juga taktis, berdimensi jangka panjang dan jangka pendek, untuk menyebarkan makna politik kepada pemilih. Tujuannya adalah membentuk dan menanamkan harapan, sikap, keyakinan, orientasi dan perilaku pemilih. Perilaku yang diharapkan adalah secara umum mendukung,  dan khususnya memilih partai kita.

 

Saat ini pasar pemilih yang sudah sedemikian terfragmentasi dengan pemain yang begitu banyak, hampir dapat dipastikan tidak ada parpol yang akan menjadi single majority. Pasar pemilih pasti akan terbagi-bagi ke semua partai yang jumlahnya. Karena itu parpol harus secara tegas menetapkan target pasar pemilihnya.

 

Yang sudah memiliki basis yang kuat di massa pemilih, dengan mengelola secara optimal massa yang niche akan memberikan dukungan yang riil. Strategi targetting dengan baik dimainkan oleh PKS dan PDIP pada pemilu yang lalu. Dengan mengelola kadernya yang militan dan terget yang fokus, PKS meraih kemenangan di kota-kota besar. Dengan target wong cilik PDIP memiliki pemilih riil dan dukungan yang signifikan.

 

Setelah target pasar terpilih, jalankan aspek positioning. Melalui positioning inilah parpol menempatkan diri di benak massa pemilihnya. PAN menempatkan dirinya sebagai partai reformis dan universal. PDI perjuangan dengan pembelaan kepentingan rakyat kecil. Gerindra dengan bidikanya petani dan nelayan atau PKS yang mengambil posisi sebagai partai yang bersih, peduli dan profesional.

 

Positioning inilah yang kemudian harus dikomunikasikan ke seluruh stakeholder partai lewat aktivitas promosi baik melalui media release, TV, radio, media online, iklan di koran, baliho, flyer atau pengenalan langsung melalui direct-selling.

 

Agar positioning kuat, ia harus didukung oleh diferensiasi yang kokoh. Diferensiasi ini bermacam-macam, ada yang bentuknya  SDM dan para pemikir partai yang handal, dengan konsep-konsep program yang realistis. Basis massa, struktur yang kuat hingga ke ranting-ranting, atau mungkin juga pemimpin yang mumpuni dan karismatis.

 

Diferensiasi harus didukung konten dan konteks nyata dari partai yang bersangkutan. Kredibilitas sangat penting dalam hal ini. Jika sebuah partai menyebut dirinya anti korupsi, tapi anggota dewannya dalam periode sebelumnya terlibat korupsi, tentu tidak menjadi diferensisasi. Jika sebuah partai menyebutkan dirinya sebagai partai berasas Islam, misalnya maka anggotanya harus memperlihatkan akhlakul karimah.

 

Untuk mendukung semua itu, parpol perlu melengkap komunikasi pemasaran dengan membangun hal-hal sebagai berikut: mengkomunikasikan pesan dan gagasan,  mengembangkan identitas jatidiri, kredibilitas dan tranparansi, interaksi dan respons dengan komunitas internal dan eksternal dengan melakukan pencitraan partai, menyediakan pelatihan, mengolah dan menganalisis data untuk kepentingan kampanye,  secara terus menerus mempengaruhi dan mendorong komunitas untuk mendukung partai.

 

Namun bukan hanya produk politik yang harus dijual, melainkan semua unit dalam sistem kinerja partai layak dan harus dijual. Antara lain yang sering dilupakan orang: kinerja institusi partai, anggota dan perilakunya,  kinerja kandidat terpilih dalam pemilu sebelumnya, dll.

 

Jadi praktisi political marketing tidak hanya harus canggih dalam mengelola iklan, memperbanyak gambar partai atau foto kandidat sehingga memenuhi jalanan dan gang-gang saja, namun lebih daripada itu: menerapkan prinsip pemasaran secara tepat, mengelola basis pemilih, memperbaiki kinerja partai secara umum, menampilkan kandidat yang memiliki reputasi baik, melakukan komunikasi secara tepat dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana menunjukkan peran yang signifikan dalam masyarakat.

 

Pemilih sudah cerdas. Bisa membandingkan mana partai yang telah menunjukkan kinerja yang baik, mana yang benar-benar peduli dan mana yang hanya slogan. Kandidat mana yang telah berbuat dan mana yang hanya berjanji. Karena itu partai dan caleg juga harus lebih cerdas dalam melakukan komunikasi, jika tidak ingin disebut hanya mengumbar janji.

 

 Jumadi Subur adalah pengamat bidang marketing dan branding,

Saat ini mengabdi di Tegal sebagai Marketing Manager di INDOSAT.

8 Tips Menjadi Orang Kreatif

Posted by jumadi on January 14, 2009 under Ideas @ Work | Be the First to Comment

 

Saya yakin sebagian besar diantara Anda pernah menonton film Tom and Jerry, benar bukan? Iya, kisah perseteruan kucing dan tikus itu telah lama dipuar di televisi, bahkan vcd-nya tersebar di hampir seluruh toko penjual film di pinggir jalan.

 

Memang film tersebut tidak terlalu bagus untuk dilihat, apalagi oleh anak-anak. Meskipun kategori film hiburan untuk anak, namun dalam film ini terlalu banyak adegan kekerasan yang disajikan sehingga tidak baik untuk perkembangan mental anak.

 

Namun bukan itu yang ingin saya bahas disini. Satu hal yang menarik dalam film ini adalah selalu saja ada cara bagi si Tom untuk berusaha mengalahkan si kecil Jerry, dan sebaliknya, selalu ada cara si Jerry dalam memperdaya Tom, si kucing yang selalu jadi pecundang itu. Bahkan seringkali dengan cara-cara di luar yang kita pikirkan. Mereka selalu kreatif dalam mencari cara.

 

Ya selalu menemukan cara di luar hal yang biasa. Itulah yang ingin saya bahas. Thinking out of the box, begitu orang mengisitilahkan.

 

Dalam situasi krisis seperti ini, budget yang terbatas, target yang tidak pernah turun, sebagai karyawan kita dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Kreatif dalam melaksanakan program kerja dan inovatif dalam mencari cara-cara baru untuk mensiasati situasi kritis seperti ini.

 

Menurut para ahli, seseorang yang kreatif bukalah selalu menemukan hal baru, namun ia selalu melihat segala sesuatu dengan cara berbeda dan baru, dan biasanya tidak dilihat oleh orang lain. Orang yang kreatif, pada umumnya mengetahui permasalahan dengan sangat baik dan disiplin, biasanya dapat melakukan sesuatu yang berbeda dari cara-cara yang biasa. Proses kreativitas melibatkan adanya ide-ide baru, bermanfaat, meskipun kadang tetapi dapat diimplementasikan.

 

Pertanyaannya, bagaimana agar kita menjadi orang yang kreatif?

 

Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menjadi kreatif:

 

1.  Buka mata, buka telinga


Kemampuan kita untuk selalu terbuka terhadap berbagai hal akan memberikan energi yang luar biasa untuk mampu mencintai segala sesuatu, termasuk mencintai profesi kita.

 

Dan mencintai itu harus kita lakukan dengan penuh ketulusan. Kalau kita dengan tulus melakukan pekerjaan, maka tidak akan ada beban sedikitpun yang mengganjal terhadap apapun yang ”ingin” kita lakukan.

 

I never, ever thought of myself as a businessman. I was interested in creating things I would be proud of (Richard Branson)

2. Percaya diri


Kemampuan untuk mengenali apa yang menjadi keistimewaan kita merupakan hal terpenting dalam hidup kita. Karena itu ada istilah “mempercayai kemampuan kreatifitas anda adalah separo dari sukses itu sendiri”


Untuk bisa kreatif, kita harus bisa ber”mimpi” besar untuk menggapai sesuatu.
Hidup kita tidak akan bergairah kalau kita tidak memiliki impian dan target. Orang yang percaya diri akan selalu menyusun mimpi dalam dalams ebuah cita-cita hidup.


3. Tanamkan semangat belajar


Look through the eyes of a child. The art of “listening” has been mostly forgotten. God creates human with two ears and only one mouth for a good reason.

Belajar bisa dilakukan kapan saja, dimana saja dan melalui cara apa saja. Anda bisa bertanya pada yang ahli, membaca buku, jalan-jalan, menonton film, mengikuti pelatihan dan kursus, seminar, browsing internet dan banyak lagi.


Dalam kaidah Islam sering mengenal ungkapan-ungkapan seperti: ”belajarlah sampai ke negeri cina”, ”belajar dari sejak buaian ibu sampai ke liang lahat”, ”untuk meraih kebahagaiaan di dunia capailah dengan ilmu, untuk meraih kebahagiaan di akhirat capailah dengan ilmu dan untuk meraih kedua-duanya capailah dengan ilmu”.

 

Itu adalah ungkapan untuk memotivasi kita dalam membangun semangat belajar. Dan orang yang selalu belajar akan memiliki pola pikir kreatif dalam kesehariannya.


4. Berhubungan dengan orang-orang kreatif

 

Jika ingin mengetahui karakter seseorang, lihatlah dengan siapa dia berteman. Itu mungkin ungkaan yang tepat untuk menggambarkan betapa pentingnya arti seorang teman.

 

“Sahabat terbaik adalah dia yang mampu mengeluarkan apa yang terbaik dari diri Anda” (Henry Ford)

 

Apabila Anda selalu bersama orang yang suka menyanyi, lama-kelamaan Anda juga akan senang menyanyi. Jika Anda sering berkumpul dengan para penulis atau sastrawan, paling tidak Anda akan menyukai dunia sastra. Maka jika Anda selalu berhubungan dengan orang-orang kreatif. Anda akan menjadi orang kreatif.


5.  Jadilah komunikator yang baik


Saat ini dunia begitu sempit, apa yang terjadi di belahan bumi lain akan bisa kita ketahui sekarang juga dan dimana kita berada. Jadi, untuk menumbuhkan kreatifitas kita harus bisa memanfaatkan sarana komunikasi yang ada.

 

Di zaman digital seperti ini, berbagai sarana komunikasi dapat Anda manfaatkan untuk membangun relasi dengan orang lain. Blog, friendster,  flickr, facebook, website adalah sarana-saran komunikasi yang bisa mendukung Anda mendapatkan wawasan dan teman baru.


6. Ciptakan suasana yang menyenangkan


Bermain mendorong anda dalam suatu pikiran yang berisi banyak elemen
yang anda butuhkan untuk kreatif, misalnya keingintahuan, imajinasi, experimentasi, fantasi, spekulasi, atau apa saja


Saya tidak pernah memiliki hari kerja dalam hidup saya. Semuanya merupakan kegembiraan” (Thomas A. Edison)


7
. Ciptakan lingkungan yang kondusif

Berdasarkan hasil penelitian, untuk menciptakan kreativitas dibutuhkan lingkungan kerja kondusif yang menyenangkan (fun), penuh rasa humor, spontan, dan memberi ruang bagi individu untuk melakukan berbagai permainan atau percobaan. Membentuk lingkungan yang kondusif seperti itu sangatlah tidak mudah bagi sebuah organisasi. Mendorong kreativitas dalam dunia kerja menuntut iklim yang permissif terhadap existensi individualitas dan penerimaan terhadap rasa humor, disamping tetap memegang teguh rasa hormat, kepercayaan dan komitment sebagai norma yang berlaku.

Salah satu cara terbaik untuk mendorong kreativitas dan inovasi dalam sebuah perusahaan adalah dengan cara mengukur sejauhmana hal tersebut telah dilakukan. Perusahaan dianjurkan untuk memasukkan unsur kreativitas dan inovasi ke dalam proses evaluasi kerja. Sebagai contoh: masukan unsur penilaian tentang berapa banyak ide dari seseorang atau kelompok (teamwork) yang dapat diimplementasikan oleh perusahaan. Jika hal ini terkomunikasi dengan baik maka setiap individu akan berusaha untuk memberikan ide secara konstruktif.

8.  Keluar dari rutinitas

Penempatan pegawai dengan konsep the right people with the right job juga merupakan cara yang tepat untuk menstimulasi munculnya kreativitas dan inovasi. Hal ini karena  penempatan pegawai pada posisi yang tepat akan mengurangi supervisi sehingga memberikan otonomi bagi individu dalam menyelesaikan masalah-masalah pekerjaannya. 

Root-Bernstein, salah seorang penulis buku Sparks of Genius, mengusulkan pentingnya pegawai untuk keluar dari cara kerja yang rutin sehingga dapat melihat masalah pekerjaan dengan cara yang baru. Salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut menurut Bernstein perlu dilakukan brainstorming secara regular. Dengan melakukan brainstorming pegawai diharapkan dapat memberikan ide dan solusi yang baru.

Selamat mencoba. [js]

 

Spiritualitas dalam bekerja

Posted by jumadi on December 22, 2008 under Ideas @ Work, Motivasi & Pengb. Diri | Be the First to Comment

Spiritualitas dalam bekerja

 

Mas Syaiful adalah salah satu teman dekat Panji. Ia hanya seorang laki-laki biasa yang profesinya pedagang kecil-kecilan. Ia menjual majalah dan agen buku-buku agama. Ia juga memiliki kesibukan lain, mengajar di beberapa pengajian dan sesekali menjadi mentor di sekolah untuk pembinaan akhlak dan kepribadian.

 

Panji menganggap Mas Syaiful sebagai teman sekaligus pembimbing ruhaninya. Mereka punya jadwal pertemuan rutin. Minimal seminggu sekali mereka bertemu untuk diskusi.

 

Meskipun begitu Mas Syaiful memiliki wawasan yang luas. Isu politik, ekonomi dan masalah sosial selalu ia cermati. Termasuk juga bidang pemasaran. Bahkan ia memiliki buku-buku pemasaran dan pengembangan diri yang cukup banyak. Robert T Kiyosaki, Steven R Covey, Andreas Harefa, Renald Kasali, Gede Prama adalah nama-nama yang tidak asing baginya. Literatur Arab juga menjadi koleksinya yang tidak kalah penting.

 

Dari Mas Syaiful juga Panji mendapat masukan banyak hal tentang pentingnya spiritualitas dalam bidang pemasaran.

 

“Spiritualitas hampir tak henti diperbincangkan. Seiring perkembangan pemikiran manusia, spiritualitas semakin diakui keberadaannya. Padahal selama ini banyak ilmuwan bahkan masyarakat, khususnya Barat, hampir mengabaikan dan tak mengakui keberadaannya.” Mas Syaiful memulai penjelasannya kepada Panji.

 

“Oh iya Mas, saya mengerti.” Panji menimpali.

 

“Beberapa tahun silam, misalnya, dunia psikologi geger dengan ditemukannya sebuah kecerdasan baru dalam diri manusia. Manusia ternyata tak hanya memiliki dua kecerdasan, intelektual (IQ) dan emosional (EQ). Ia juga memiliki kecerdasan spiritual (SQ). Ditandai dengan adanya titik Tuhan (God spot) di dalam otak.“ sambungnya.

 

“Tepat sekali, Panji”.

 

“Dan di era pasar global sekarang ini, etika dan nilai-nilai spiritual juga tumbuh dari negeri Barat, menjadi panduan untuk menjalankan roda perusahaan dan organiasi modern. Pengusaha dan para eksekutif perusahaan menghadirkan jiwa dan hatinya dalam bekerja. Mereka sangat menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual” jelas Mas Syaiful.

 

Panji mengingat kembali buku yang sedang ia baca The Corporate Mystic. Ia juga ingat teori Eternity Marketing yang ditulis Ippho Santosa. Apalagi konsep Berbisnis dengan Hati-nya AA Gym. Dipadukan dengan The 10 Credos of Compassionate Marketing yang digagas Hermawan Kertajaya. Semuanya klop.

 

Panji menyadari sejarah tokoh-tokoh bisnis dunia. Mereka telah mampu meraih kesuksesan dalam bisnis, tanpa mengorbankan keseimbangan dan keselarasan hidup. Maka mereka menjadi sejahtera tidak saja secara finansial, melainkan juga secara spiritual.

 

Jauh empat belas abad sebelum ini, pebisnis kondang sepanjang zaman, Nabi Muhammad telah mempraktekkan bersama para sahabat, bagaimana melakukan aktivitas bisnis dalam bingkai ajaran agama. Bahkan ajaran Islam telah menempatkan bahwa mencari nafkah dan bekerja adalah bagian integral dari ibadah. Bahkan banyak kemuliaan yang diberikan kepada pekerja daripada orang yang hanya beribadah saja. Pebisnis yang jujur disetarakan dengan mujahid yang berjuang untuk agama.

 

Secara integral, spiritualitas dalam bisnis ini meliputi semua aspek ruhani manusia. Didalamnya ada cinta, pengorbanan, empati, kasih sayang, motivasi, kearifan, manajemen emosi, visi, kejujuran, ketaatan, nilai-nilai ketuhanan dan aspek kearifan universal yang diajarkan oleh agama. Inilah sesungguhnya kecerdasan hakiki manusia.

 

Mulai sekarang, cerdaskan spiritual anda. [js]

 

« previous home top