Menangkap Kupu-kupu

Sewaktu kecil, banyak diantara kita yang suka menangkap kupu-kupu, terutama anak perempuan. Apakah Anda pernah punya pengalaman juga dalam menangkap kupu-kupu?

Menangkap kupu-kupu bisa dilakukan dengan 2 cara. Yang pertama adalah menangkap langsung baik dengan jari-jari atau menggunakan jaring kupu-kupu. Meski sulit, banyak anak-anak yang suka mengejar kupu-kupu dan berusaha menangkap dengan ngincup menggunapakan jari-jarinya. Dan tentu saja butuh effort dan kesabaran dalam melakukannya.

Cara lain adalah menangkap dengan menggunakan jaring. Dengan alat khusus, penangkapan kupu-kupu bisa lebih mudah. Jangkauan juga bisa lebih tinggi. Dan kemungkinan mendapatkan kupu-kupu akan lebih besar.

Dengan cara pertama ini, apa yang terjadi? Kadang kita tidak sadar bahwa saking asyiknya mengejar kupu-kupu, semakin lama kita semakin jauh dari rumah. Kupu-kupu yang kita kejar, kabur menjauh, kita terus mengejarnya. Semakin jauh, semakin jauh, dan begitu sadar kita sudah berada jauh dari tempat tinggal.

Ternyata, dalam mencapai sukses baik sukses karir, bisnis atau dalam hal mengejar rejeki, kita seperti mengejar kupu-kupu. Semakin lama kita kejar, ke luar kota, ke luar negeri, bahkan sampai tempat yang begitu jauh. Kadang juga tidak sadar bahwa kita sudah terlalu jauh dari cita-cita awal kita. Jauh dari pegangan awal kita. Bukan cuma jauh secara fisik dari keluarga kita, kadang juga jauh secara hubungan emosional.

Semakin parah lagi, adalah ketika kita mengejar kupu-kupu sampai jauh, lalu kita berhasil menangkapnya, kupu-kupu itu kita masukkan botol, lalu kita bawa pulang, apa yang terjadi? Saking jauhnya, kupu-kupu sampai mati di tengah jalan. Tidak sampai ke rumah.

Saking jauhnya kita kejar rejeki, kita kejar karir, kita kejar bisnis, ternyata tidak banyak hasil yang bisa kita nikmati. Terlalu banyak ongkos yang kita keluarkan.

Ada cara lain dalam menangkap kupu-kupu. Kita buat taman di rumah, kita tanam bunga-bunga yang menarik, hingga kupu-kupu itu berdatangan ke rumah kita. Bukan cuma satu, namun mereka juga membawa teman-temannya. Banyak kupu-kupu yang berdatangan ke taman kita. Cara ini memang berat, perlu waktu, biaya, tenaga, upaya dan kesabaran. Namun hasilnya juga lebih baik, bukan?

Mengapa kita tidak melakukan hal serupa? Berinvestasi untuk masa depan kita. Spare waktu, biaya, tenaga, upaya dan juga kesabaran untuk mendapatkan kesuksesan. Dalam bisnis, karir, maupun keberlimpahan rejeki.

tulisan ini dimuat juga di www.tentangkarir.com

Posted in Motivasi & Pengb. Diri | Leave a comment

Sukses Hakiki

Insan mulia, kali ini saya mengajak Anda untuk melintas batas, bagaimana mengubah keterbatasan pribadi menjadi sukses tanpa batas. Sebab, jalan mencapai puncak itu sulit, tapi bertahan di puncak itu jauh lebih sulit.

Semoga buku ini bermanfaat untuk Anda para climbers, pendaki sejati, yang mendamba kemenangan hakiki, melintasi batas-batas kebiasaan yang mengungkung, mendobrak kebekuan, mengeksekusi ide menjadi kenyataan.

Bagaimana matang, tenang dan menang dalam hidup. Dengan berfikir positif, bertindak kreatif dan menjadi pribadi solutif.

Makna sukses bisa jadi berbeda-beda untuk setiap orang, maka saya coba memberikan sebuah pengertian sukses yang mungkin cocok untuk kita semua, yaitu: “sukses adalah jika kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, kita menerimanya dengan senang hati, kemudian kita bisa memberikan manfaat bagi orang lain”. Sukses ada yang jangka panjang, ada yang jangka pendek. Sukses di dunia memberikan kita kebahagiaan selama hidup di dunia, seperti peningkatan pekerjaan dan karir, kesehatan, memiliki uang yang cukup bahkan melimpah, rasa aman, keteguhan hati, rasa percaya diri, kepribadian yang baik, pergaulan dengan orang lain, memiliki akal sehat, pengembangan diri, cinta dan khidupan keluarga, tanggungjawab, kawan dan persahabatan, kematangan diri dan kemampuan mengaitkan hidup dengan keamtian.

Sedangkan sukses di akhirat adalah ketika kita meninggal dengan khusnul khotimah dan menggapai kenikmatan syurga.

Cobalah Anda cermati firman Allah di dalam Al-Qur’an, Surat Al-Kahfi, ayat 30 berikut ini: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, tentunya Kami tidak akan mengabaikan orang-orang yang melakukan perbuatan baik (itu)”. Bayangkan, betapa sangat baiknya kehendak Allah untuk memberikan kebahagiaan kepada orang-orang yang suka beramal saleh, orang-orang yang senang memberi dan membantu mereka yang membutuhkan uluran tangan kita. Jika Allah sudah berfirman dan berjanji, pasti Dia melaksanakan janji-Nya tersebut.

Orang sukses memang semestinya tidak hanya merasakan manfaatnya bagi diri sendiri. Orang sukses seharusnya memang tidak memikirkan dirinya sendiri. Orang sukses seharusnya tidak menjadikan dirinya seorang yang egois.

Ya, orang sukses semestinya bisa berbagi kebahagiaan dengan orang-orang di sekitarnya.

Orang bisa dikatakan sukses, jika dia bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar tempat dia tinggal, dan bisa saja lebih meluas jauh dari tempat tinggalnya. Anda bisa disebut sukses, jika orang lain di sekitar Anda juga bisa ikut merasakan kebahagiaan sukses yang Anda rasakan itu. Ingatlah dengan janji Allah sebagaimana tersirat di dalam ayat suci tersebut di atas.

Sebaliknya, jika Anda telah mendulang sukses secara materi dengan pola hidup berkelimpahan, tetapi orang-orang di sekitar Anda merasakan hal yang bertolak belakang dengan Anda. Banyak diantara mereka butuh pertolongan Anda, tetapi Anda merasa berat untuk mengulurkan tangan membantunya, maka dalam hal ini Anda masih belum bisa disebut sebagai orang sukses Рini karena Anda masih hanya bisa memikirkan diri sendiri. Anda masih sangat egoistis, tidak mau melihat kepada orang-orang yang memang membutuhkan bantuan dari Anda. Orang sukses tidak pernah merasa berat membantu sesama yang benar-benar memerlukan uluran tangan kita.

Jika Anda setuju dengan saya, maka makna keberhasilan yang hakiki adalah seperti keberhasilan model Trustco (Shoot: 497, 2002):

  1. Sukses adalah bertemu dengan Allah
  2. Sukses adalah terhindarnya seorang dari neraka dan dimasukkan ke surga
  3. Sukses adalah kemampuan kita mendapat rejeki akhirat, berupa rahmat, ampunan, surga dan merasakan kenikmatan dunia
  4. Sukses adalah banyak hal yang mengagumkan dan positif
  5. Sukses adalah diperolehnya istri yang shalihah, rumah yang luas, kendaraan yang cepat dan tetangga yang baik.
  6. Sukses adalah kesejahteraan pribadi: rumah yang bagus, liburan, perjalanan, pengalaman baru, jaminan keuangan untuk anak dan istri
  7. Sukses adalah memperoleh kehormatan, kepemimpinan, disegani rekan, dan dikenal kebaikannya oleh orang banyak.
  8. Sukses adalah mendapatkan kebebasan dari rasa: khawatir, frustasi dan kegagalan
  9. Sukses adalah rasa hormat kepada diri sendiri, terus mendapatkan kebahagiaan yang lebih riil, kemampuan berbuat lebih banyak lagi kepada sesuatu yang menguntungkan kita.
  10. Sukses adalah kemenangan, prestasi, dan tercapainya tujuan hidup dan rencana pribadi.

Setiap orang menginginkan kesuksesan, ada diantaranya yang memahami sukses akhir dengan jelas, sementara ada orang yang tidak memahami dengan utuh.

Yang paling KUAT  yang MENANG

Besi itu kuat, tetapi api dapat melelhkannya

Api itu kuat, tetapi air mampu memadamkannya

Air itu kuat, tetapi matahari bisa mengalahkannya

Matahari itu kuat, tetapi awan bisa menghalanginya

Awan itu kuat, tetapi angin mampu memindahkannya

Angin itu kuat, tetapi manusia mampu menahannya

Manusia itu kuat, tetapi ketakutan bisa melemahkannya

Ketakutan itu kuat, tetapi tidur bisa mengatasinya

Tidur itu kuat, tetapi mati ternyata lebih kuat

Yang terbaik adalah kebaikan, ia takkan hilang setelah mati.[]

Posted in Motivasi & Pengb. Diri | Leave a comment

Belajar dari Kura-kura dan Kelinci

Banyak sekali cerita fabel kelinci dan dan kura-kura pernah kita dengar. Dan rasanya kita semua tahu dongeng kelinci yang kalah dalam lomba lari melawan kura-kura. Kelinci menganggap remeh, yakin bisa mengalahkan kura-kura karena jalannya lebih cepat. Ketika nelihat kura-kura tertinggal jauh di belakang, si kelinci ingin rileks dulu. Lalu duduk-duduk di bawah pohon. Celakanya, si kelinci tertidur.

Ketika terbangun, dia lalu lari secepat-cepatnya mengejar kura-kura. Tapi terlambat. Kura-kura memenangkan lomba.

Pelajaran pertama dari cerita ini adalah: terus menerus giat, kendati pun lambat, akan bisa memenangkan lomba.

Kisah ternyata tidak berhenti sampai di sini. Ada kisah lanjutan yang menarik. Konon, kelinci kecewa karena kalah, lalu merenung dan introspeksi diri, salahnya di mana.

”Saya kalah karena rasa percaya diri yang berlebihan, tidak hati-hati, dan lalai. Kalau saja saya tidak anggap remeh si kura-kura, saya pasti bisa mengalahkannya,”pikirnya.

Kelinci lalu mendatangi kura-kura dan mengajak lomba lagi. Kura-kura setuju. Kali ini, kelinci berusaha lari secepat-cepatnya tanpa berhenti. Mulai dari garis start sampai garis finish. Kali ini, kelinci menang.

Pelajaran kedua: Cepat dan konsisten akan bisa mengalahkan yang pelan dan terus saja pelan. Yang pelan dan pasti memang baik, tapi akan lebih baik lagi cepat tapi dengan perhitungan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kisah ini terus berlajut.
Sesudah kalah, kura-kura merenungi kekalahannya. Ia sadar, tak akan bisa mengalahkan kelinci dengan rute seperti yang ditempuh dalam kedua perlombaan terdahulu. Lalu memikirkan rute lain dan mengajak kelinci lomba lari lagi.

Kelinci setuju.
Ia kembali lari secepat mungkin secara konsisten. Lari dengan kecepatan tertinggi tanpa berhenti sekali pun. Kelinci baru terhenti ketika sampai di tepi sungai yang lebar. Garis finish yang ditetapkan terletak beberapa kilo di seberang sungai.

Melihat kenyataan ini, kelinci terdiam dan berpikir, apa yang bisa dilakukan agar bisa sampai ke seberang sungai dengan selamat. Sementara kelinci masih berpikir, kura-kura tiba di tepi sungai dan langsung berenang ke seberang sungai. Lalu jalan terus dan mencapai garis finish.

Pelajaran ketiga: pertama-tama kenali dulu kompetensi utama, kemampuan inti atau core competency. Sesudah itu, ubah lapangan permainan. Cari yang sesuai dengan core competency kita.

Masih ingin cerita ini berlanjut?
Sesudah beberapa kali lomba, kura-kura dan kelinci akhirnya menjadi sahabat. Sesudah sama-sama berpikir, keduanya sadar, dalam lomba terakhir itu mestinya mereka bisa lari dengan cara yang lebih baik.

Untuk membuktikan kebenaran dari hasil pemikiran ini, mereka lalu lomba lari lagi untuk kali terakhir.

Dalam lomba ini, mereka lari sebagai tim. Kali ini, saat melewati jalan darat, kelinci menggendong kura-kura. Begitu sampai di tepi sungai, kura-kura mengambil alih. Menggendong kelinci di punggungnya dan menyeberangi sungai bersama. Ketika sampai di seberang sungai, kelinci kembali menggendong kura-kura.

Kali ini, mereka mencapai garis finish bersama-sama. Keduanya merasa jauh lebih senang dan jauh lebih bahagia dibanding sebelumnya.

Pelajaran apa yang Anda dapatkan sekarang?
Mention saya di @JumadiSubur

tulisan dimuat di www.tentangkarir.com

Posted in Motivasi & Pengb. Diri | Leave a comment

One More Step

Di sebuah desa ada seorang pemuda yang ingin masuk ke gedung kebahagiaan. Oleh gurunya ditunjukkan sebuah gedung di kota yang di dalamnya penuh kebahagiaan.

Maka berjalanlah pemuda tersebut ke kota. Dia tidak berani naik kendaraan umum, malu. Ia memilih berjalan kaki. Hingga hampir seharian menempuh perjalanan, sampailah ia ke kota. Hasil bertanya kesana-sini, ia menemukans ebuah gedung yang megah. Ia yakin, inilah gedung kebahagiaan yang ditunjukkan oleh sang guru.

Sesampai di gedung itu, ia mulai ragu melangkah. Ia juga tidak tahu bagaimana cara memasukinya. Tidak ada pintu di depan gedung itu. Hanya kaca yang sangat kebar berwarna gelap. Malah bayangan tubuhnya yang tergambar jelas memantul di kaca itu.

Ia melangkah perlahan. Namun tidak ada tanda-tanda kaca itu membuka. Terlihat bahwa kaca itu terbagi menjadi dua bagian, kiri dan kanan. Ada batas yang jelas. Pemuda itu mengerti bahwa ini pasti pintunya. Namun bagaimana cara membukanya, ia tak tahu dan tak berani mendekat.

Ia berhenti tepat hanya 2 meter di depan kaca. Lama sekali dia menoleh kesana kesini. Tidak ada siapa-siapa. Ia terus menunggu, barangkali akan ada orang yang membantunya membuka pintu kaca itu. Kaca tetap tertutup.

Ia berkata kepada kaca itu,”Wahai pintu kaca, membukalah, aku sudah menempuh perjalanan panjang untuk nasuk ke dalam gedungmu. Kata guruku, disinilah gedung kebahagiaan. Aku ingin merasakan kebahagiaan itu. Membukalah, aku ingin masuk.”

Si kaca menjawab, “Anak muda, aku tahu engkau sudah menempuh perjalanan panjang. Majulah satu langkah saja, maka pintu ini akan terbuka untukmu. Aku tak bisa terbuka jika kamu berhenti disitu. Majulah seangkah lagi, maka engkau akan bisa memasuki gedung ini.” Yang tentu saja si anak muda tidak bisa mendengar jawaban si kaca.

Sahabatku, terkadang kita juga ingin menyerah pada keadaan yang susah, realita yang tidak seperti impian kita. Begitu banyak penolakan, karir yang mentok, tidak naik gaji, jarangnya order untuk bisnis kita pada beberapa hari atau usaha yang kita rasakan begitu berat. Marilah kita kuatkan tekad, mungkin saja hasil yang akan kita peroleh tinggal satu langkah lagi.

Banyak orang menyerah ketika hasil tinggal selangkah, dan tentu saja itu bukan kita, iya kan?

Bertahanlah, tinggal selangkah lagi, kawan!

 

Posted in Motivasi & Pengb. Diri | Leave a comment