CD Book ” Agar Karyawan Jadi Hartawan”

Posted by jumadi on June 14, 2010 under Motivasi & Pengb. Diri | Be the First to Comment

Setelah 5 buku saya terbit dan beredar di pasaran buku Indonesia, saya mendapat banyak masukan untuk menulis materi khusus tentang Motivasi, Tips Sukses dalam Pekerjaan dan ada yang ingin saya membahas bagaimana menumbuhkan jiwa Entrepreneurship sedangkan kita masih bekerja sebagai karyawan. Atau ada yang menanyakan bagaimana agar kita bisa memiliki usaha sampingan yang menghasilkan tanpa harus meninggalkan perkerjaan kita.

Saran, masukan, gagasan itu menginspirasi saya untuk menulis buku “Agar Karyawan Menjadi Hartawan” ini. Dan setelah selesai ternyata menjadi bagian-bagian yang cukup banyak jika harus dicetak dalam bentuk buku. Untuk lebih memudahkan membaca, karena hampir semua orang sudah memiliki akses komputer, maka buku saya yang ke-6 ini saya terbitkan dalam bentuk CD Book.

CD Book “Agar Karyawan Jadi Hartawan” ini berisi tips-tips bagaimana kiat menjadi karyawan yang sukses, kaya dan bahagia. Terdiri dari 8 kumpulan tulisan yang terdiri atas:

-         Begini Harusnya Karyawan

-         Dari Karyawan Jadi Juragan

-         500 Ide Usaha dan Info Grosir

-         Charismatic Leadership

-         Memasarkan Diri dan Usaha Anda dengan Spiritual Marketing

-         Jadi Karyawan Harus Kaya

-         Kisah-kisah Karyawan yang Menjadi Kaya dengan Usaha Sampingan

-         Breaking the Limits

 

Dimana semua sub judul itu berisi ulasan yang menumbuhkan inspirasi Anda. Bahkan jika dipisah masing-masing judul itu sudah menjadi 1 buku sendiri. Bayangkan berapa nilai tulisan-tulisan ini.

 

Apa saja yang Anda dapatkan dalam CD Book ini?

 

1.     BEGINI HARUSNYA KARYAWAN!
Buku yang berisi 45 Resep Sukses Karir dan Cara Instan Promosi Jabatan, dibagi dalam 10 tips sbb:

·         Menjadi Karyawan Luar Biasa

·         Bekerja dengan Supermotivasi

·         Cara Mengoptimalkan Potensi Dahsyat Kita

·         Manfaatkan Spiritual Power!

·         Bangunlah Personal Brand

·         Bangkit di Masa Sulit

·         Membangun Hubungan yang Harmonis di Tempat Kerja

·         Managing Your Boss

·         Tumbuhlah Sebagai Pemimpin

·         Tetap Berprestasi Setelah Promosi

 

2.      DARI KARYAWAN JADI JURAGAN
Buku yang membahas Kiat Jitu Berwirausaha. Berisi motivasi dan kiat
memulai usaha:

·        Mengolah Ide Menjual Gagasan 
·        Memulai Usaha
·        Mengatur Strategi Bisnis
·        Mematahkan Belenggu Kegagalan
·        Memegang Kunci Sukses
 

3.     500 IDE USAHA DAN INFO GROSIR
Disini kami sampaikan Ide-ide Usaha dan Informasi Grosir:

  1.  
    • Lebih dari 500 Ide Usaha dan Gagasan Penghasil Uang
    • Pusat Grosir Aneka Produk (Pakaian, Aksesoris, Tas, Busana Muslim, Pakaian Anak, Aksesoris Remaja, Handphone, Hiasan, Pernak-pernik, dll)
    •  Informasi Seputar Waralaba dan Daftar 105 Waralaba Murah dan Terbukti Sukses

 

4.     CHARISMATIC LEADERSHIP
Buku yang mengupas 17 Resep Menginspirasi Bawahan dan Menjadi Pemimpin Kharismatik.

 

5.     MEMASARKAN DIRI DAN USAHA ANDA DENGAN SPIRITUAL MARKETING
Buku yang berisi tips dan panduan memasarkan diri dan usaha dengan berbasis nilai-nilai spiritual. Sebuah konsep baru dalam dunia pemasaran, yang menuntut untuk sukses mencapai target materi dan in-material, sukses berbisnis dan menjacapai kebahagiaan.

 

6.     JADI KARYAWAN HARUS KAYA!
Buku yang berisi panduan memaknai pekerjaan dan kekayaan

  1.  
    • Jadi Karyawan Harus Kaya
    • Perintah Kewajiban Bekerja
    • Bekerja adalah Ibadah
    • Melatih Anak Bekerja
    • Menjadi Orang Kaya yang Shalih
    • Teladan Dalam Mneyikapi Harta
    • Menjual dan Menghasilkan Uang di Internet
    • Sumber-sumber Permodalan bagi UKM
    • Kiat Sukses
    • Menjadi Kaya dengan Bersih Hati

 

7.     KISAH-KISAH KARYAWAN KAYA DENGAN BISNIS SAMPINGAN
Berisi 37 kisah-kisah nyata orang-orang yang menjadi kaya dengan bisnis sampingan, mengubah haluan dari penghasilan pas-pasan sebagai karyawan menjadi pemilik usaha dan majikan bagi usahanya.

  1.  
    • Dari kuli bangunan jadi juragan
    • Dari karyawan jadi pemilik perusahaan
    • Dari buruh jadi jutawan
    • Sukses setelah PHK
    • Dan 33 kisah-kisah yang menginspirasi lainnya

 

  1. BREAKING THE LIMITS – 99 Resep Hidup Bahagia Bagi Karyawan

Berisi 99 Kiat Motivasi Superdahsyat yang akan menjadi semangat Anda selalu menyala menuju hidup yang bahagia

 

***********

Pesanan bisa lewat SMS ke 08556500888 atau email ke prama@indosat.net.id

Jika tidak memberatkan Anda, tolong forwardkan email ini ke rekan-rekan kita yang lain, mungkin informasi ini akan bermanfaat bagi mereka.

 

Salam,

Biarkan Dunia Mengenangmu

Posted by jumadi on July 17, 2009 under Motivasi & Pengb. Diri | 2 Comments to Read

Dalam sebuah cerita klasik Cina dikisahkan bahwa ada seorang tua yang bekerja sebagai petani berhasil memindahkan bukit agar bisa dipakai anak-anaknya untuk berjalan.

Setiap hari ia memindahkan dua keranjang pasir yang diambil dari sebuah bukit dan diletakkan di tanah kosong. Dia melakukannya setiap hari sejak muda. Sehingga pada saat dia tua bukit itu sudah bisa dilalui anak-anaknya. Pak tani itu telah mencatatkan namanya dalam sejarah cerita di dunia.

Insan mulia, seorang pemenang menyadari bahwa cita-cita yang tinggi bukan sebuah kemustahilan untuk dicapai bila sedikit demi sedikit meraihnya.

”Bukit” mana yang perlu Anda pindah? Sehingga seluruh manusia di dunia akan mengenang Anda dan mencatatkannya dalam sejarah.

Sebuah tantangan menarik jika kita melihat Daftar 100 orang Paling Berpengaruh di Dunia yang disusun Michael Hart atau Daftar Penemu-penemu Ilmu Pengetahuan yang tercantum dalam buku-buku ensiklopedi atau Rangkuman Pengetahuan Umum. Disana belum ada nama kita kan? Pertanyaannya adalah bagaimana dunia akan mengenang nama kita sebagaimana pak tani dari Cina yang memindahkan bukitnya.  Jika;

Karena James Watt

Dunia mengenal Mesin uap

Karena Nicolaus Otto

Dunia mengenal Mesin 4 tak

Karena Rudolf Diesel

Dunia mengenal mesin diesel

Karena Johannes Guttenberg  

Dunia mengenal mesin cetak Adalah

Karena Christopher Sholes

Dunia mengenal Mesin ketik

Karena C. Marconi

            Dunia mengenal Radio

Karena J.L. Baird & C.F. Jenkins

            Dunia mengenal Televisi

Karena Samuel F.B. Morse

            Dunia mengenal Telegrap

Karena Alexander Graham Bell

            Dunia mengenal telepon

Karena Michael Faraday

Dunia mengenal Dinamo

Karena Williarn Sturgeon

            Dunia mengenal Elektromagnet

Karena Thomas Alva Edison

            Dunia mengenal Bola lampu

Karena Volta

            Dunia mengenal Batu baterai

Karena Galileo Galilei

            Dunia mengenal Termometer

Karena Robert Boyle, John Walker

            Dunia mengenal Korek api

Karena Robert Fulton

            Dunia mengenal Kapal api

Karena Cornelius van Drebbel

            Dunia mengenal Kapal selam

Karena Wilhelm Conrad Rontgen

            Dunia mengenal Sinar Rontgen

Karena Louis Jacques Monde da Guerre & Edwin Land

            Dunia mengenal Kamera

Karena Wilbur dan 0. Wright

            Dunia mengenal Pesawat terbang

Karena Benyamin Franklin

            Dunia mengenal Lensa kaca mata

Karena Gottlich Daimler

            Dunia mengenal Mobil

Karena Nikola Tesla

            Dunia mengenal Motor

 

Karena Bung Karno

            Dunia mengenal pancasila

Karena Munir

            Dunia mengenal Kontras

Karena Adnan Buyung Nasution

            Dunia mengenal LBH

Karena Bill Gates dan Paul Allen

            Dunia mengenal Microsoft

Karena ada Andrew Grove

            Dunia mengenal Intel

Karena ada Colonel Sanders

            Dunia mengenal KFC

Karena ada Chung Ju Yung

            Dunia mengenal Hyundai

Karena ada Wiliam Soerjadjaja

            Dunia mengenal Astra

Karena Jonathan L Parapak

            Dunia mengenal Indosat

Karena Puerdi Chandra

            Kita mengenal Primagama

 

Karena Ary Ginanjar Agustian

                        Kita mengenal ESQ Way 165

Karena Arifin Ilham

                        Kita mengenal Indonesia Berdzikir

Karena AA Gym

                        Kita mengenal Manajemen Qolbu

Karena Dale Carnegei

                        Dunia mengenal How to Win Friend

Karena Stephen Covey

                        Dunia mengenal Seven Habits

Karena Daniel Goleman

                        Dunia mengenal Kecerdasan Emosional

Karena Iwan Gayo

                        Dunia mengenal Buku Pintar

            Karena Ibnu Sina

                        Dunia mengenal Ilmu Kedokteran

Karena Anda, dunia mengenal apa? []

 

Jangan Pernah Berhenti!

Posted by jumadi on July 6, 2009 under Motivasi & Pengb. Diri | Be the First to Comment

Di depan rumah kami, biasanya tiap waktu-waktu tertentu lewat penjaja makanan, jamu gendong atau orang yang menawarkan jasa lainnya. Ada jasa perbaikan sepatu, sandal, payung, jasa perbaikan pompa air, jasa pembersihan taman dan banyak lagi. Tidak ketinggalan orang-orang yang menawarkan hiburan seperti pengamen, topeng monyet atau sulap.

Yang menarik bagi saya adalah bahwa mereka setiap hari bahkan setiap saat berkeliling menawarkan barang atau jasanya, ke setiap rumah, tanpa kenal lelah dan tidak pernah berhenti. Padahal saya yakin bahwa mereka tidak selalu diterima di setiap rumah. Bahkan mungkin sebaliknya, yang mereka terima lebih banyak penolakan, pengusiran, bahkan tidak sedikit cacian. Mereka tidak kenal menyerah dan tidak pernah berhenti.

Saya teringat ungkapan Winston Churchill yang paling berpengaruh adalah ketika beliau berpidato di wisuda Universitas Oxford. Churchill mempersiapkan pidato ini selama berjam-jam. Dan ketika saat pidatonya tiba, Churchill hanya mengucapkan tiga kata : ‘never give up’ (jangan pernah berhenti).

Sebagai seorang trainer, banyak orang berfikir kalau saya bisa berbicara di depan publik seperti sekarang sudah sejak awal. Tentu saja semua itu tidak benar. Awalnya, saya adalah seorang pemalu, mudah tersinggung, takut bergaul dan minder. Dan ketika memulai profesi pembicara publik, sering sekali saya dihina, dilecehkan dan direndahkan orang. Dari lafal ‘T’ yang tidak pernah lempeng, kaki seperti cacing kepanasan, tidak bisa membuat orang tertawa, pembicaraan yang terlalu teoritis, istilah-istilah yang tidak perlu, serta segudang kelemahan lainnya.

Tidak bisa tidur beberapa minggu, stres atau jatuh sakit, itu sudah biasa. Pernah bahkan oleh murid dianjurkan agar saya dipecat saja menjadi dosen di tempat saya mengajar.

Pengalaman serupa juga pernah dialami oleh banyak agen asuransi jempolan. Ditolak, dibanting pintu, dihina, dicurigai orang, sampai dengan dilecehkan mungkin sudah kebal. Pejuang kemanusiaan seperti Nelson Mandela dan Kim Dae Jung juga demikian. Tabungan kesulitan yang mereka miliki demikian menggunung. Dari dipenjara,hampir dibunuh, disiksa, dikencingin, tetapi toh tidak berhenti berjuang.

Apa yang ada di balik semua pengalaman ini, rupanya di balik sikap ulet untuk tidak pernah berhenti ini, sering bersembunyi banyak kesempurnaan hidup. Mirip dengan air yang menetesi batu yang sama berulang-ulang, hanya karena sikap tidak pernah berhentilah yang membuat batu berlobang.

Besi hanya menjadi pisau setelah ditempa palu besar berulang-ulang, dan dibakar api panas ratusan derajat celsius. Pohon beringin besar yang berumur ratusan tahun, berhasil melewati ribuan angin ribut, jutaan hujan, dan berbagai godaan yang meruntuhkan.

Di kantor kami ada seorang pramu taman sekaligus office boy yang selalu bekerja dengan senyum dan tampak tidak pernah meratapi pekerjaannya yang berat. Saya sudah mengenalnya lebih dari 5 tahun, ketika saya tanya bagaimana ia menjalani pekerjaan berat yang mungkin banyak menerima tugas-tugas rumit sebagai pesuruh kantor, ia justru bilang,

”Pak, justru saya merasa sangat senang bekerja disini. Saya bisa membantu menyelesaikan permasalahan banyak orang, meringankan beban para karyawan. Saya sangat senang ketika mereka juga merasa nyaman bekerja disini.”

Saat menunggu kapal di pelabuhan atau sedang menunggu bis berangkat, saya selalu memperhatikan penjual koran, tukang semir, pedagang asongan, mereka adalah orang-orang yang tidak pernah mudah menyerah. Mereka tidak gentar dengan penolakan. Terus bergerak, menawarkan dan terus menawarkan. Tidak pernah berhenti.

Sebagaimana seorang pendaki yang tidak akan berhenti sebelum mencapai puncak, sebagaimana pembalap yang selalu ingin mencapai finis maka jangan berhenti sebelum mencapai apa yang menjadi harapan dan cita-cita Anda.

Jika mencari guru, orang-orang bawah seperti pembantu, pedagang bakso, satpam, supir, penyanyi rendahan, dan tukang kebunlah guru-guru sejati kita. Dan dari mereka inilah pelajaran atas pidato inspiratif  Winston Churchill justru kita peroleh. Jangan menyerah.[]

Anda Luar Biasa!!!

Posted by jumadi on February 23, 2009 under Motivasi & Pengb. Diri | 2 Comments to Read

Anda Luar Biasa!!!

(dari kisah Eni Kusuma, PRT yang juga penulis buku)

 

Mitra profesional, ijinkan saya untuk bercerita sedikit tentang sosok berikut ini. Dia memang sosok yang luar biasa. Terus terang saya salah seorang (mungkin diantara sekian banyak orang) yang ingin memberikan kontribusi untuk mengisi rubrik Pembelajar.com, sebuah situs motivas yang saya sukai.

 

Namun, saya merasa belum ’kelas’nya untuk mengisi rubrik saat itu. Mungkin pengalaman dan pendidikan saya belum memadai, pikir saya waktu itu.

 

Alangkah terkejutnya ketika saya tahu beberapa waktu kemudian ada seorang kontributor yang bernama Eni Kusuma. Kontibutor yang sekali lagi, menurut saya sangat luar biasa. Anda tahu apa profesi beliau? Pembantu Rumah Tangga.

 

Beliau juga menulis sebuah buku berjudul ’Anda Luar Biasa!!!’ yang langsung saya cari ke toko buku saat itu juga.

 

Profesi sebagai pembantu rumah tangga atau TKW di negeri orang, sering dipandang sebelah mata. Sekalipun, mereka adalah penyumbang devisa negara yang tidak bisa disepelekan jumlahnya. Mereka punya peran untuk keluarga maupun bangsanya, walau penghargaan maupun perlindungan terhadap mereka sangatlah minim. Tak heran jika yang sering kita dengar adalah kisah-kisah pilu tentang tidak berdayanya para TKW ini.

 

Namun, Eni Kusuma, membalikkan semua pandangan tersebut. Enam tahun menjalani profesi sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, Eni berhasil pulang dengan membawa sesuatu. Bukan harta yang berlimpah, tetapi sebuah hasil proses pembelajaran yang sangat menakjubkan. Di tengah-tengah kesibukannya sebagai pembantu rumah tangga, ia berhasil mengasah bakat menulisnya dan bergaul dengan komunitas yang lebih luas melalui internet.

 

Lulusan sebuah SMA di Banyuwangi, Jawa Timur, ini pun aktif di sejumlah mailing list penulisan. Di sana keterampilannya berkembang pesat dan ia mulai bergaul dengan sejumlah penulis sukses. Artikel-artikelnya pun tersebar dan semakin diapresiasi oleh khalayak. Sejumlah artikel motivasinya juga berhasil dimuat di situs motivasi dan pengembangan diri terpopuler, Pembelajar.com. Dari situlah akhirnya pada April ini Eni berhasil meluncurkan sebuah buku motivasi berjudul Anda Luar Biasa!!! (Fivestar, 2007).

 

Di Indonesia atau bahkan dunia, mungkin Anda Luar Biasa!!! adalah buku motivasi pertama yang ditulis oleh seorang pembantu rumah tangga. Dan, tak tanggung-tanggung, buku ini juga dikomentari oleh tak kurang dari 27 penulis, motivator, tokoh, atau aktivis yang punya nama. Mungkin, semua ini merupakan bentuk apresiasi atas semangat dan kemauan belajar penulisnya yang benar-benar menyentuh hati.

 

Eni yang kini berusia 30 tahun, terus belajar mengasah kemampuan menulisnya. Ia juga mulai membagikan semangatnya melalui forum-forum seminar, diskusi, serta talk show di radio-radio. Sasaran yang sedang dia bidik adalah seminar di berbagai kampus untuk menyemangati para mahasiswa atau generasi muda umumnya.

 

Saya juga kagum dengan ungkapan seorang Bapak Ilmu Psikologi asal Amerika, William James, yang disitir Mbak Eni dalam bukunya tersebut:

 

Kita, manusia, selalu memikirkan apa yang tidak kita miliki dan tidak bersyukur kepada Tuhan atas apa yang kita miliki. Kita selalu melihat sisi gelap dan yang mengerikan dalam kehidupan ini. Kita tidak pernah melihat sisi cerah dalam kehidupan ini. Kita selalu bersedih atas kekurangan yang kita miliki dan tidak pernah bahagia dengan apa yang ada pada diri kita.

 

Orang-orang sukses, dan orang-orang yang luar biasa menurut saya adalah orang-orang yang selalu melihat sisi terang pada diri mereka dan selalu melihat sisi baik dari semua kejadian. Semua pasti ada hikmahnya. Begitu ungkapan mereka ketika menemui satu peristiwa, sakit sekalipun.

 

Pernah mendengar hadits Nabi Muhammad yang kurang lebih mengatakan bahwa “Akan datang suatu masa dimana memegang kebenaran laksana menggenggam bara api. Dan sangat beruntunglah orang yang berbeda.”

 

Maka dulu para aktivis pergerakan menyebut diri mereka generasi ghuraba yang artinya adalah berbeda atau asing.

 

Orang yang berbeda artinya sama dengan orang tidak normal. Tidak biasa, alias luar biasa. Extra Ordinary.  Ternyata sukses juga diraih oleh orang-orang yang berbeda dengan orang lain pada umumnya. Keberhasilan hanya diraih oleh orang yang bersikap luar biasa.

 

Paling tidak karakter orang sukses mencerminkan 4 karakter yang  saya singkat CARE.

 

Sifat yang pertama adalah Commitment, (komitmen). Orang yang sukses dalam hidupnya selalu memiliki komitmen yang kuat adalam segala hal. Lihatlah orang-orang besar yang Anda kenal. Hampir semuanya memiliki ini kan? Nabi Muhammad memegang komitmen meskipun deraan ujian menghalangi perjuangannya, Bilal sanggup menanggung hukuman cambuk untuk memegang komitmen aqidahnya. Orang besar lainnya juga demikian, dulu hingga sekarang.

 

Karakter yang kedua adalah Achievment (Pejuang). Seorang yang berhasil dalam hidupnya senantiasa berjuang dalam meraih keberhasilan. Cerita klasik Sanders dan Alfa Edison sudah Anda hafal. Orang yang meniti kesuksesan mulai dari titik terendah juga sering Anda jumpai. Perjuangan para pahlawan juga bukti sejarah artis ebuah perjuangan. Orang sukses selalu berjuang keras mencapai apa yang dicita-citakan.

 

Sifat yang ketiga orang sukses adalah Responsibility (bertanggungjawab). Tidak perlu dijelaskan panjang lebar, yang namanya tanggungjawab merupakan kaidah pokok orang-orang ebsar. Belajarlah dari Umar bin Abdul Azis ketika menjadi pemimpin 22 negara Islam dalam kekhalifahannya, lihatlah Syafrudin Prawiranegara ketika mengembalikan kursi kepresidenan kembali kepada Soekarno ketika ia kembali dan lihatlah tanggungjawab yang diberikan para pahlawan reformasi ketika para mahasiswa merasa dirinya merupakan agen perubahan.

 

Karakter keempat dari konsep CARE ini adalah Enthuastic (Antusias). Orang besar dan orang sukses pada umumnya kita ketahui mereka selalu memiliki antusiasme yang tinggi dalam melakukan pekerjaan mereka. Bukan hanya sekedar mencintai pekerjaan tapi berusaha sebisa mungkin untuk mencapai hasil yang lebih dari biasanya. Motivasi untuk berprestasinya sangat tinggi. Antusias mereka terhadap pencapaian hasil didasari kesadaran dari dalam diri mereka sendiri dan sebagian lagi mungkin karena dorongan dari eksternal. Yang pasti mereka senantiasa melakukan pekerjaan dengan penuh gairah.

 

Mengutip apa yang disampaikan oleh Mbak Eni Kusuma, siapapun Anda, lengkap dengan keadaan yang menyertai Anda. Anda adalah orang yang luar biasa! Maukah Anda menemui karunia Tuhan yang ada pada diri Anda, untuk kemudian memilih secara tepat keputusan-keputusan yang Anda ambil atas karunia itu, yang tentunya sejalan dengan akal dan budi Anda? Tentu. Karena nasib Anda ada di tangan Anda sendiri.

 

Dan, begitu Anda menyadari hal ini, Anda sungguh menjadi orang yang Luar Biasa!!! [js]

(taken from 99 Ideas for Happy Life)

Bangkit Di Masa Sulit

Posted by jumadi on February 19, 2009 under Ideas @ Work, Motivasi & Pengb. Diri | Read the First Comment

Seorang ibu menyuruh seorang anaknya membeli sebotol penuh minyak. Ia memberikan sebuah botol kosong dan uang sepuluh rupee. Kemudian anak itu pergi membeli apa yang diperintahkan ibunya.

 

Dalam perjalanan pulang, ia terjatuh. Minyak yang ada di dalam botol itu tumpah hingga separuh. Ketika mengetahui botolnya kosong separuh, ia menemui ibunya dengan menangis,

 

“Ooo… saya kehilangan minyak setengah botol! Saya kehilangan minyak setengah botol!” Ia sangat bersedih hati dan tidak bahagia. Tampaknya ia memandang kejadian itu secara negatif dan bersikap pesimis.

 

Kemudian, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee lagi. Kemudian anaknya
pergi. Dalam perjalanan pulang, ia juga terjatuh. Dan separuh minyaknya tumpah. Ia memungut botol dan mendapati minyaknya tinggal separuh.

 

Ia pulang dengan wajah berbahagia. Ia berkata pada ibunya, “Ooo… ibu saya tadi terjatuh. Botol ini pun terjatuh dan minyaknya tumpah. Bisa saja botol itu pecah dan minyaknya tumpah semua. Tapi, lihat, saya berhasil menyelamatkan separuh minyak.” Anak itu tidak bersedih hati, malah ia tampak berbahagia. Anak ini tampak bersikap optimis atas kejadian yang menimpanya.

 

Sekali lagi, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee. Anaknya yang ketiga pergi membeli minyak. Sekali lagi, anak itu terjatuh dan minyaknya tumpah. Ia memungut botol yang berisi minyak separuh dan mendatangi ibunya dengan sangat bahagia.

 

Ia berkata, “Ibu, saya menyelamatkan separuh minyak.”  Tapi anaknya yang ketiga ini bukan hanya seorang anak yang optimis. Ia juga seorang anak yang realistis. Dia memahami bahwa separuh minyak telah tumpah, dan separuh minyak bisa diselamatkan. Maka dengan mantap ia berkata pada ibunya, “Ibu, aku akan pergi ke pasar untuk bekerja keras sepanjang hari agar bisa mendapatkan lima rupee untuk membeli minyak setengah botol yang tumpah. Sore nanti saya akan memenuhi botol itu.”

 

Mitra profesional, kita bisa memandang hidup dengan kacamata buram, atau dengan kacamata
yang terang. Namun, semua itu tidak bermanfaat jika kita tidak bersikap realistis dan mewujudkannya dalam bentuk kerja yang realistis.

 

Kehidupan kita tak akan pernah berjalan semulus yang kita pikirkan.  Berbagai macam tantangan, misalnya kehilangan pekerjaan atau orang- orang yang dicintai, disabotase, bangkrut dan lain sebagainya, bisa  saja menyeret kita dalam keterpurukan.

 

Bila kita melihat ke sekeliling, begitu banyak orang-orang yang tenggelam dalam keterpurukan dan terjerat cukup lama dalam kegelapan, misalnya menjadi pecandu narkoba, budak hutang dan kemiskinan, korupsi atau melakukan tindak kejahatan lainnya lalu dipenjarakan, dan bentuk kemalangan lainnya.

 

Bila kita cukup cerdas dalam menghadapi tantangan kehidupan, bermacam  bentuk benturan keras seperti itu seharusnya tidak membuat kita semakin terpuruk. Tantangan kehidupan adalah kesempatan untuk introspeksi diri. Benturan keras dalam kehidupan akan menjadikan kita lebih mulia, jika kita segera sadar atas kekeliruan yang telah dilakukan, kelemahan yang harus

 

Tantangan kehidupan adalah bagian dari perjalanan hidup supaya kita menjadi lebih cerdas menghadapi tantangan kehidupan. Tokoh-tokoh terkenal dan sukses, misalnya Walt Disney, Soichiro Honda, Thomas Edison, Wright Bros, Fred Smith, Mohamad Ali,  Henry Ford, Bill Gates, Steve Jobs, Oprah Winfrey, Christoper Columbus, Anthony Robins, hingga Tukul Arwana, sudah pernah mengalami keras dan sakitnya kehidupan. Tetapi semua pengalaman pahit tersebut justru membimbing mereka ke gerbang kesuksesan.

 

Kesuksesan mereka bukan semata-mata dipengaruhi oleh faktor pendidikan ataupun modal, apalagi faktor kebetulan. Mereka berhasil lantaran kekuatan dan kecerdasan mereka menghadapi tantangan kehidupan. Menurut Paul G. Stoltz, Phd, dalam bukunya berjudul Adversity Quotient (AQ), ada tiga tipe manusia dalam analogi mendaki gunung:

1.  Quitters – orang-orang yang mudah menyerah, sehingga kehidupan mereka semakin terpuruk dalam kemalangan.

2.  Campers – orang-orang yang mudah puas dengan apa yang sudah  dicapai, sehingga kehidupan mereka biasa-biasa saja.

3.   Climbers – orang-orang yang selalu optimis, berpikir positif dan terus bersemangat kerja sampai benar-benar mendapatkan yang mereka inginkan. Contoh dari tipe orang ke tiga adalah orang-orang yang sukses di dunia ini. Selalu memanfaatkan kesempatan untuk maju dan pulih dari keterpurukan adalah ciri khas mereka yang utama. Tak mengherankan jika mereka melalui setiap rintangan dengan tabah, berjuang keras, dan mental yang kuat.

 

Tantangan kehidupan memang tidak pernah ada habisnya. Tetapi selama kita terus berusaha memperbaiki diri dan strategi ditambah dengan kesadaran spiritual yang lebih dalam, maka kita akan dapat mencapai tujuan tertinggi.

 

Oleh sebab itu, perbaiki diri terus-menerus, jangan menunggu sampai kemalangan itu benar-benar datang. Mantapkan keyakinan ketika membuat perencanaan dan menetapkan target yang memungkinkan tercapai. Kemudian langsung melakukan langkah-langkah untuk memastikan hasil maksimal, dengan penuh komitmen dan kerja keras, kecintaan dan semangat. Dengan demikian kita akan memiliki kepekaan sekaligus keseimbangan disaat harus menghadapi tantangan kehidupan yang cukup keras.

 

Mulai detik ini tanyakanlah pada diri sendiri seberapa besar pengaruh positif yang telah Anda dapatkan atas berbagai situasi yang Anda alami? Pastikan tantangan hidup selama ini membawa Anda pada kedewasaan, kebijaksanaan dan kualitas spiritual yang lebih baik.  Dengan demikian Anda akan dapat menilai apakah Anda sudah mampu bangkit dan menjadi manusia yang lebih mulia atau belum. [js]

 

 

 

Spiritualitas dalam bekerja

Posted by jumadi on December 22, 2008 under Ideas @ Work, Motivasi & Pengb. Diri | Be the First to Comment

Spiritualitas dalam bekerja

 

Mas Syaiful adalah salah satu teman dekat Panji. Ia hanya seorang laki-laki biasa yang profesinya pedagang kecil-kecilan. Ia menjual majalah dan agen buku-buku agama. Ia juga memiliki kesibukan lain, mengajar di beberapa pengajian dan sesekali menjadi mentor di sekolah untuk pembinaan akhlak dan kepribadian.

 

Panji menganggap Mas Syaiful sebagai teman sekaligus pembimbing ruhaninya. Mereka punya jadwal pertemuan rutin. Minimal seminggu sekali mereka bertemu untuk diskusi.

 

Meskipun begitu Mas Syaiful memiliki wawasan yang luas. Isu politik, ekonomi dan masalah sosial selalu ia cermati. Termasuk juga bidang pemasaran. Bahkan ia memiliki buku-buku pemasaran dan pengembangan diri yang cukup banyak. Robert T Kiyosaki, Steven R Covey, Andreas Harefa, Renald Kasali, Gede Prama adalah nama-nama yang tidak asing baginya. Literatur Arab juga menjadi koleksinya yang tidak kalah penting.

 

Dari Mas Syaiful juga Panji mendapat masukan banyak hal tentang pentingnya spiritualitas dalam bidang pemasaran.

 

“Spiritualitas hampir tak henti diperbincangkan. Seiring perkembangan pemikiran manusia, spiritualitas semakin diakui keberadaannya. Padahal selama ini banyak ilmuwan bahkan masyarakat, khususnya Barat, hampir mengabaikan dan tak mengakui keberadaannya.” Mas Syaiful memulai penjelasannya kepada Panji.

 

“Oh iya Mas, saya mengerti.” Panji menimpali.

 

“Beberapa tahun silam, misalnya, dunia psikologi geger dengan ditemukannya sebuah kecerdasan baru dalam diri manusia. Manusia ternyata tak hanya memiliki dua kecerdasan, intelektual (IQ) dan emosional (EQ). Ia juga memiliki kecerdasan spiritual (SQ). Ditandai dengan adanya titik Tuhan (God spot) di dalam otak.“ sambungnya.

 

“Tepat sekali, Panji”.

 

“Dan di era pasar global sekarang ini, etika dan nilai-nilai spiritual juga tumbuh dari negeri Barat, menjadi panduan untuk menjalankan roda perusahaan dan organiasi modern. Pengusaha dan para eksekutif perusahaan menghadirkan jiwa dan hatinya dalam bekerja. Mereka sangat menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual” jelas Mas Syaiful.

 

Panji mengingat kembali buku yang sedang ia baca The Corporate Mystic. Ia juga ingat teori Eternity Marketing yang ditulis Ippho Santosa. Apalagi konsep Berbisnis dengan Hati-nya AA Gym. Dipadukan dengan The 10 Credos of Compassionate Marketing yang digagas Hermawan Kertajaya. Semuanya klop.

 

Panji menyadari sejarah tokoh-tokoh bisnis dunia. Mereka telah mampu meraih kesuksesan dalam bisnis, tanpa mengorbankan keseimbangan dan keselarasan hidup. Maka mereka menjadi sejahtera tidak saja secara finansial, melainkan juga secara spiritual.

 

Jauh empat belas abad sebelum ini, pebisnis kondang sepanjang zaman, Nabi Muhammad telah mempraktekkan bersama para sahabat, bagaimana melakukan aktivitas bisnis dalam bingkai ajaran agama. Bahkan ajaran Islam telah menempatkan bahwa mencari nafkah dan bekerja adalah bagian integral dari ibadah. Bahkan banyak kemuliaan yang diberikan kepada pekerja daripada orang yang hanya beribadah saja. Pebisnis yang jujur disetarakan dengan mujahid yang berjuang untuk agama.

 

Secara integral, spiritualitas dalam bisnis ini meliputi semua aspek ruhani manusia. Didalamnya ada cinta, pengorbanan, empati, kasih sayang, motivasi, kearifan, manajemen emosi, visi, kejujuran, ketaatan, nilai-nilai ketuhanan dan aspek kearifan universal yang diajarkan oleh agama. Inilah sesungguhnya kecerdasan hakiki manusia.

 

Mulai sekarang, cerdaskan spiritual anda. [js]

 

Rafting, what is inside?

Posted by jumadi on December 18, 2008 under Ideas @ Work, Motivasi & Pengb. Diri | Be the First to Comment

Rafting, what is inside?

Seru … itulah kalimat yang muncul dari teman-teman yang mengikuti arung jeram di sungai Progo, Magelang, beberapa waktu lalu. Setelah sehari sebelumnya mengikuti Pelatihan Excellent Customer Service di Semarang, pagi harinya Tim Reps. Pekalongan berangkat ke Magelang, tepatnya menuju kawasan Hotel Puri Asri. Di sanalah petualangan ini dimulai.

 

 

Melakukan aktivitas arung jeram ternyata sangat mengasyikkan. Banyak tantangan tak terduga selama perjalanan yang memakan waktu sekitar 3 jam. Ditengah perjalanan, kami sempat berhenti untuk istirahat sejenak..Awalnya, beberapa orang merasa ragu-ragu apakah sanggup mengikuti aktivitas ini atau tidak. Apalagi malam sebelumnya diperlihatkan sebuah video yang menggambarkan begitu beratnya tantangan dalam arung jeram. Namun setelah setengah perjalanan kami sangat menikmati perjalanan mengarungi sungai progo ini, bahkan merasa penasaran untuk mengulang kemblai.

Banyak pelajaran yang kita dapatkan dalam sebuah ekspedisi arung jeram, antara lain:

 

·         Trust, saling percaya.

·         Melatih berpikir out of the box.

·         Melatih mental untuk siap dalam menghadapi tantangan.

·         Melatih kewaspadaan. Dari awal hingga akhir perjalanan, kita tidak boleh lengah sedikit pun, karena cukup banyak hal-hal tak terduga bisa saja terjadi.

·         Pentingnya team bulding. Setidaknya setiap peserta harus saling menjaga keseimbangan dan saling membantu agar temannya jangan sampai terjatuh.

·         Taat pada pimpinan. Setiap anggota tim harus patuh dan mengerjakan apa yang diperintahkan oleh pimpinan perahu, karena jika tidak dapat membuat perahu oleng atau bahkan terbalik

·         Melatih diri untuk selaras dan harmonis dengan alam. Tidak boleh ada kesombongan sedikitpun dalam hati kita. Karena di saat seperti itu, terasa sekali betapa kecilnya kita di hadapan Allah SWT, Sang Maha Pencipta alam semesta ini.

 

Itulah sekelumit pengalaman yang bisa saya sharing. Saya anjurkan, sesekali cobalah melakukan aktivitas yang di luar kebiasaan, terutama kegiatan di alam bebas. Saya yakin Anda akan menemukan banyak hikmah dan pelajaran baru. Selamat beraktivitas. [js]

 

Deadline Yourlife, Waktu Anda Terbatas!

Posted by jumadi on November 12, 2008 under Motivasi & Pengb. Diri | 2 Comments to Read

 

Sungguh, betapa banyak orang yang cukup potensial, tetapi tidak bisa menjadi unggul. Salah satu sebabnya adalah karena ketidakmampuannya dalam mengelola waktu. Yakinilah bahwa kesuksesan atau kegagalan seseorang, baik dalam urusan dunia maupun akhirat adalah sangat bergantung bagaimana kesungguhannya dalam menyikapi waktu.

 

Kita saksikan, betapa banyak orang yang mengeluh karena merasa tak pernah punya waktu, sedangkan beberapa orang yang lain selalu mencari jalan untuk membunuh waktu.

 

Padahal, kita tahu Tuhan dengan Mahacermat dan Mahaadil telah membagikan waktu dengan seadil-adilnya, dengan secermat-cermatnya tanpa akan luput satupun.

 

Setiap orang pastilah akan mendapat jumlah waktu yang sama, yaitu 60 menit setiap jam, dan 24 jam setiap hari di tempat manapun di dunia ini. Di negara maju, negara berkembang, atau negara yang hancur terpuruk sekalipun tetap 24 jam perhari 60 menit per jam.

 

Singapura 24 jam per hari, Singocandi 24 jam per hari, Texas 60 menit per jam, Tegal 60 menit per jam, semuanya sama. Pengusaha sukses, yang jatuh bangun, atau bahkan yang bangkrut sekalipun tetap 24 jam per hari 60 menit per jam.

 

Para pimpinan perusahaan, CEO, karyawan asal-asalan,dan pengangguran kelas berat sekalipun jatah waktunya tetap sama 24 jam per hari. Seorang bintang kelas; yang biasa saja, atau yang tidak naik kelas sekalipun tetap 24 jam per hari 60 menit per jam. Maka, nyatalah bahwa yang menjadi masalah bukan jumlah waktunya, tapi isi waktunya.

 

Ada yang dalam waktu 24 jam itu mampu mengurus negara, jutaan orang, atau aneka perusahaan raksasa dengan beratus ribu orang, tapi ada yang dalam 24 jam mengurus diri saja tidak mampu! Naudzhubillah.

 

Karakteristik waktu memang sebuah keunikan, bahkan ia suatu misteri kehidupan ini, yang terekam dalam tik-tok jam, tercatat dalam buku harian, terhitung dalam kalender tahunan, terukir dalam prasasti-prasasti kehidupan. Walau, sebenarnya ukuran-ukuran itu akan kurang berarti, sebab ukuran waktu yang nyata adalah kehidupan kita sendiri.

 

Ya, hidup kita adalah waktu itu sendiri, yang menggelinding tiada henti. Sebagai makhluk ciptaan-Nya waktu ternyata memiliki tabiat tersendiri, waktu adalah terpendek karena tak pernah cukup menyelesaikan tugas hidup. Waktu adalah terpanjang karena ia adalah ukuran keabadian. Waktu akan berlalu cepat bagi mereka yang bersuka cita. Waktu berjalan sangat lambat bagi yang dirundung derita. Waktu adalah saksi sejarah yang akan membeberkan segala kehinaan dan kenistaan yang kita lakukan.

 

Waktu adalah perekam abadi yang akan mengekalkan segala keagungan dan kemuliaan seseorang. Dan yang utama waktu modal kita, kehidupan kita. Tiada yang dapat terjadi tanpa dia.

 

Dikisahkan bahwa suatu waktu Khalifah Umar bin Abdulaziz sesampai di rumah setelah mengurus jenazah Sulaiman bin Abdul Malik kakeknya ia (Umar) sedang istirahat tidur-tiduran di ranjang, kemudian datang anaknya Abdul Malik, dan ia bertanya: “Wahai Amirul Mukminin, gerangan apakah yang membaringkan anda di siang hari bolong ini.

 

Jawab ayahnya; “Aku letih, aku butuh istirahat”. Abdul Malik berkata; “Pantaskah anda beristirahat padahal banyak pekerjaan yang harus dikerjakan, lihat di sana rakyat yang tertindas butuh pertolonganmu.” jawab ayahnya, “Semalam suntuk aku menjaga pamanmu dan itu yang mendorong aku istirahat, nanti setelah shalat dhuhur aku akan mengembalikan hak-hak orang-orang yang tertindas dan teraniaya”.

 

Anaknya bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, siapakah yang menjamin anda hidup sampai dhuhur. Bagaimana kalau Allah menakdirkan anda mati sekarang?” Kemudian Umar bangun dan pergi membawa satu karung pikulan gandum, lalu mencari orang yang kelaparan.

 

Waktu kita sangat terbatas untuk beramal kebaikan. Waktu kita juga terbatas untuk mencapai cita-cita kita. Karena itu, batasilah waktu Anda agar cita-cita itu bisa dicapai. Buatlah deadline dalam kehidupan Anda. Batasi keinginan Anda dengan satuan-satuan waktu. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, saat meninggal dan seterusnya. Buatlah masing-masing satuan waktu itu target yang jelas.

 

Batasilah pekerjaan-pekerjaan Anda. Berapa lama untuk melakukan pekerjaan ini, berapa lama untuk menyelesaikan yang lainnya. Sebagaimana wartawan yang setiap hari dikejar deadline sehingga mereka selalu berusaha mendapatkan berita yang diinginkan sebelum waktunya, maka kita juga bisa melakukan deadline kepada diri kita agar kita termotivasi untuk mencapai hasil-hasil tertentu. Dengan demikian waktu yang kita miliki akan menjadi optimal.

 

Maka, sungguh suatu kerugian yang sangat besar bila seorang hamba tidak dapat memanfaatkan waktunya dengan sangat baik dan optimal. Allah berfirman, “Demi waktu, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling nasehat-menasehati dalam menatapi kebenaran dan nasehat-menasehati dalam menetapi kesabaran” [Q.S. AI Ashr: (103): 1-3].

 

Orang bijak mengatakan:

Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan.

Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi.

Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan.

Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan.

Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan.

Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan.

Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati.

Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa berarti.

Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan.

Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju surga. [js]

Personal Brand, perlukah?

Posted by jumadi on under Ideas @ Work, Motivasi & Pengb. Diri | Be the First to Comment

 

Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar nama Crismansyah Rahardi, Virgiawan Listanto, Dewi Murya Agung, Ani Setiawati, Cucu Suryaningsih, Wahyu Setianing Budi dan Rianto. Saya yakin Anda sulit untuk menjawab pertanyaan tersebut, bukan?

 

Namun coba jika nama-nama itu saya ubah menjadi Chrisye, Iwan Fals, Dewi Persik, Anisa Bahar, Evi Tamala, Yuni Shara dan Tukul Arwana, kenal nama-nama tersebut?

 

Tentu tidak sulit bagi kita untuk menjelaskan siapa mereka hanya dalam beberapa detik. Mengapa kita mudah sekali mengingat identitas mereka? Jawabannya ada pada ciri khas dan perbedaan yang kuat dalam diri mereka dibanding yang lainnya.

 

Misalnya saja Chrisye yang terkenal dengan lagu-lagu melankolik, Iwan Fals dengan lagu balada dan nyanyian penuh kritik sosial, Dewi Persik dan Anisa Bahar yang terkenal sebagai penyanyi dangdut. Evi Tamala dengan suara merdu khas Sunda, Yuni Shara dengan tampilan lembutnya dan Tukul Arwana dengan kekhasan yang tidak dimiliki artis lain.

 

Jumlah penyanyi artis banyak sekali, tetapi mereka mampu menarik perhatian orang dengan diferensiasi dan ciri khasnya. Nah, ciri khas dan perbedaan yang kuat itu ternyata mampu menciptakan personal branding bagi nama-nama tersebut. Sehingga, mereka menjadi dikenal oleh banyak orang.

 

Napoleon Hill, penulis dan konsultan bisnis terkenal, pernah mengatakan bahwa yang dibeli konsumen adalah ide dan kepribadian Anda, jauh sebelum produk atau layanan Anda.

 

Lalu, apa sebenarnya personal branding itu? Dan apa keuntungan kita memiliki personal branding yang kuat?

 

Personal branding bukan merupakan pilihan. Karena sebenarnya, setiap orang atau perusahaan telah memiliki personal branding. Hanya saja, seberapa besar kekuatan personal branding itu mampu terekam kuat di benak orang lain. Juga, seberapa besar dampak personal personal branding itu, lebih positif atau negatif.

 

Timothy P. O’Brien, penulis buku The Power of Branding, menjelaskan bahwa personal branding merupakan identitas pribadi yang mampu menciptakan sebuah respon emosional terhadap orang lain mengenai kualitas dan nilai yang dimiliki orang tersebut.

 

Sebagai contoh, ketika Anda berpikir tentang Ustadz Jefri, apa yang terlintas dalam benak Anda? Seberapa besar value dan kualitasnya menurut Anda? Bagaimana dengan tingkat kepercayaan dan kredibiltas Anda terhadap Ustadz Jefri? Coba bandingkan dengan ustadz lainnya lainnya. Maka akan terlihat diferensiasi yang kuat antara Ust. Jefri dengan penceramah lainnya.

 

Anda melihat Ust. Jefri sebagai ustadz yang selalu tampil trendi, flamboyan, tampil semangat dan cerdas dalam menjelaskan sesuatu kepada orang lain. Bahkan selalu aktif dalam sosialisasi ilmunya ke masyarakat. Ini berbeda dengan profesi sejenis yang cenderung pasif, karena hanya akan menjawab ketika ada keluhan atau pertanyaan dari audiens atau ada undangan saja.

 

Nah, ciri khas seperti trendi, flamboyan, selalu semangat, dan cerdas itu yang akhirnya terekam di benak masyarakat sehingga menciptakan personal branding yang kuat bagi Ustadz Jefri. Alhasil, ketika seseorang atau lembaga membutuhkan penceramah untuk mengisi suatu acara terutama untuk menarik pemirsa atau audiens, maka yang pertama diingat atau Top of Mind (TOM) adalah Ustadz Jefri.

 

Ini berarti, keuntungan terbesar dari personal branding yang kuat adalah TOM, yaitu tingkatan tertinggi memori seseorang terhadap sesuatu.

 

Dalam bisnis, variabel TOM ini menjadi sangat penting. Mengapa? Karena ketika produk dan perusahaan Anda yang pertama kali diingat konsumen, maka sangat mungkin konsumen akan membeli produk Anda pertama kali. Ini berarti, produk Anda dapat menjadi pemenang. Sebuah impian yang selalu dicita-citakan pebisnis.

 

Menurut Al ries dan Laura Ries, dalam bukunya 22 Immutable Laws of Branding, proses branding sebagai sebuah umpan balik dari yang ada dalam pikiran orang lain. Karena, branding adalah semua hal yang orang lain pikirkan tentang Anda.

 

Dengan demikian, untuk membangun personal branding, Anda dapat memulainya dengan mengidentifikasi sebuah emosi yang ingin Anda ciptakan dalam pikiran orang lain atau konsumen Anda. Kemudian, temukan kata atau frase yang dapat mencerminkan emosi tersebut. Dan terakhir, Anda harus konsisten dalam berperilaku, promosi, dan menggunakan kata yang Anda gunakan.

 

Pertanyaannya, siapa yang membutuhkan personal branding?. Pada saat ini, dimana kompetisi semakin tinggi, maka setiap orang membutuhkan personal branding yang kuat. Apakah Anda seorang dokter, artis, pegawai swasta, atau bahkan politikus.

 

Cobalah amati, saat ini sudah banyak sekali politikus yang memanfaatkan personal branding untuk menarik massa. Misalnya saja dalam pemilihan kepala daerah akhir-akhir ini. Berbagai program telah dijalankan. Seperti ketika seorang politikus melakukan promosi dengan memasang iklan di televisi, membuat baliho dan memasangnya di sepanjang jalan pantura. Ada yang menampilkan slogan-slogan: hidup adalah perbuatan, generasi baru, yang muda yang berkarya dan lain-lain.

 

Karena personal branding merupakan persepsi, pendapat atau kesan seseorang terhadap kita, maka tantangan yang muncul sebagai karyawan adalah bagaimana menciptakan persepsi yang sesuai dengan yang kita inginkan.

 

Banyak hal yang kelihatannya sepele tetapi dapat mempengeraruhi personal brand seseorang. Sebagai contoh, seorang karyawan yang sering terlambat tiba di kantor,  secara tidak langsung membuat citra terhadap diri sendiri sebagai tidak disiplin atau malas. Personal brand seperti ini akan mempersulit karyawan tersebut untuk meningkatkan kariernya di perusahaan.

 

Hal-hal yang positif yang dilakukan karyawan yang sudah mempunyai personal brand yang negatif, bisa saja menjadi tidak terlihat. Begitu juga sebaliknya, kalau kita sudah dapat menciptakan personal brand yang baik dan positif, maka segala urusan akan menjadi lebih mudah.

 

Untuk memperoleh personal brand yang baik pertama-tama yang dibutuhkan adalah “produk” yang baik. Produk di sini dapat berupa keahlian, attitude, penampilan, cara bicara dan tentu saja yang tidak kalah penting adalah reputasi.

 

Setelah itu, diperlukan cara mengkomunikasikan reputasi atau produk tersebut.

 

Dalam hal komunikasi ini terdapat banyak caranya seperti misalnya menulis artikel, menjadi pembicara, mengajar, terlibat dalam organisasi profesi, memiliki online networking atau blog dan sebagainya. Tentu saja kegiatan kiat tersebut perlu dikaitkan dengan talenta dan kesukaan kita. Seseorang yang lebih senang menulis akan lebih memilih menulis artikel dan yang senang sebagai pembicara akan memilih menjadi pembicara.

 

Dalam persaingan seperti sekarang, personal brand perlu dimiliki sedini mungkin sehingga hal ini dapat mempermudah kita dalam mencari kerja dan mengembangkan karier kita. Personal brand merupakan asset pribadi yang sangat berharga. Selamat menciptakan personal brand bagi diri Anda. [js]

Bekerja dengan “Angel Principle”

Posted by jumadi on under Motivasi & Pengb. Diri | 2 Comments to Read

Salah satu kisah yang saya dapatkan ketika mengikuti Training ESQ membuat saya terkesan. Cerita yang berjudul Rudi dan Sikat Gigi itu membuat saya mengerti tentang arti keikhlasan, integritas dan sikap memberi. Ijinkan saya menceritakan kembali kepada Anda.

 

Pagi itu Rudi pergi ke sebuah perusahaan dimana ia dipanggil untuk test wawancara. Saat menunggu antrian untuk dipanggil, Rudi menyempatkan diri ke toilet untuk sekedar membersihkan muka dan mencuci tangan.

 

Ketika di kamar mandi, Rudi melihat wastafel di kamar itu kotor dan kerak porselin disana-sini. Rudi melohat ke sekeliling dan di samping wastafel itu ia melihat ada sikat gigi bekas yang terlihat tak terpakai. Tanpa menunggu lama, Rudi membersihkan wastafel tersebut dengan sikat gigi bekas yang ia temukan.

 

Saat itu tanpa ia sadari,  ternyata ada orang lain disampingnya yang melihat apa yang ia kerjakan. Orang tersebut adalah salah seorang pejabat bagian HRD yang merupakan salah satu dari tim pewawancara.

 

Pada saat giliran diwawancara, Rudi ditanya oleh orang yang melihatnya di kamar mandi, “Saudara Rudi, tadi saya lihat Anda membersihkan wastafel dengan sikat gigi bekas, boleh saya tahu, apa tujuan Anda melakukannya, padahal Anda datang kesini bukan untuk wawancara karyawan office boy, atau cleaning service, dan yang pasti, Anda belum tentu kami terima sebagai karyawan di perusahaan ini.”

 

”Saya melakukannya karena saya ikhlas melakukannya, dan hal itu terlepas dari masalah apakah saya akan diterima atau tidak diperusahaan ini, dan terlepas dilihat orang atau tidak saya melakukannya. Karena saya yakin Allah melihat apa yang saya kerjakan.“

 

Saya yakin anda tahu, siapa yang diterima diperusahaan itu? Ya, tentu saja Rudi lah orang nya.

 

Ary Ginanjar Agustian, dalam buku ESQ mendefiniskan loyalitas sebagai kesetiaan pada prinsip yang dianut. Sedangkan integritas, menurutnya adalah sikap jujur, konsisten, komitmen, berani dan dapat dipercaya. Integritas dengan sendirinya akan muncul dari kesadaran yang bersumber dari hati nurani. Ia tidak menipu dan tidak pernah bohong. Ia tidak memerlukan tepuk tangan orang lain dan sorak-sorai pujian.

 

Prinsip Malaikat, atau Angel Principle adalah seorang yang memiliki loyalitas yang tinggi, komitmen, suka mengawali dan memberi, suka menolong dan saling percaya.

 

Jika perusahaan memiliki karakter moral sepert yang diperagakan Rudi, saya yakin perusahaan tersebut akan menjadi leader dalam bisnisnya, karena dijalankan oleh orang-orang yang bisa bekerja dengan baik, meski tanpa ada yang mengawasinya secara kasat mata, karena ia bekerja dengan Prinsip Malaikat.! [js]

« previous home top