Anda Luar Biasa!!!

Posted by jumadi on February 23, 2009 under Motivasi & Pengb. Diri | 2 Comments to Read

Anda Luar Biasa!!!

(dari kisah Eni Kusuma, PRT yang juga penulis buku)

 

Mitra profesional, ijinkan saya untuk bercerita sedikit tentang sosok berikut ini. Dia memang sosok yang luar biasa. Terus terang saya salah seorang (mungkin diantara sekian banyak orang) yang ingin memberikan kontribusi untuk mengisi rubrik Pembelajar.com, sebuah situs motivas yang saya sukai.

 

Namun, saya merasa belum ’kelas’nya untuk mengisi rubrik saat itu. Mungkin pengalaman dan pendidikan saya belum memadai, pikir saya waktu itu.

 

Alangkah terkejutnya ketika saya tahu beberapa waktu kemudian ada seorang kontributor yang bernama Eni Kusuma. Kontibutor yang sekali lagi, menurut saya sangat luar biasa. Anda tahu apa profesi beliau? Pembantu Rumah Tangga.

 

Beliau juga menulis sebuah buku berjudul ’Anda Luar Biasa!!!’ yang langsung saya cari ke toko buku saat itu juga.

 

Profesi sebagai pembantu rumah tangga atau TKW di negeri orang, sering dipandang sebelah mata. Sekalipun, mereka adalah penyumbang devisa negara yang tidak bisa disepelekan jumlahnya. Mereka punya peran untuk keluarga maupun bangsanya, walau penghargaan maupun perlindungan terhadap mereka sangatlah minim. Tak heran jika yang sering kita dengar adalah kisah-kisah pilu tentang tidak berdayanya para TKW ini.

 

Namun, Eni Kusuma, membalikkan semua pandangan tersebut. Enam tahun menjalani profesi sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, Eni berhasil pulang dengan membawa sesuatu. Bukan harta yang berlimpah, tetapi sebuah hasil proses pembelajaran yang sangat menakjubkan. Di tengah-tengah kesibukannya sebagai pembantu rumah tangga, ia berhasil mengasah bakat menulisnya dan bergaul dengan komunitas yang lebih luas melalui internet.

 

Lulusan sebuah SMA di Banyuwangi, Jawa Timur, ini pun aktif di sejumlah mailing list penulisan. Di sana keterampilannya berkembang pesat dan ia mulai bergaul dengan sejumlah penulis sukses. Artikel-artikelnya pun tersebar dan semakin diapresiasi oleh khalayak. Sejumlah artikel motivasinya juga berhasil dimuat di situs motivasi dan pengembangan diri terpopuler, Pembelajar.com. Dari situlah akhirnya pada April ini Eni berhasil meluncurkan sebuah buku motivasi berjudul Anda Luar Biasa!!! (Fivestar, 2007).

 

Di Indonesia atau bahkan dunia, mungkin Anda Luar Biasa!!! adalah buku motivasi pertama yang ditulis oleh seorang pembantu rumah tangga. Dan, tak tanggung-tanggung, buku ini juga dikomentari oleh tak kurang dari 27 penulis, motivator, tokoh, atau aktivis yang punya nama. Mungkin, semua ini merupakan bentuk apresiasi atas semangat dan kemauan belajar penulisnya yang benar-benar menyentuh hati.

 

Eni yang kini berusia 30 tahun, terus belajar mengasah kemampuan menulisnya. Ia juga mulai membagikan semangatnya melalui forum-forum seminar, diskusi, serta talk show di radio-radio. Sasaran yang sedang dia bidik adalah seminar di berbagai kampus untuk menyemangati para mahasiswa atau generasi muda umumnya.

 

Saya juga kagum dengan ungkapan seorang Bapak Ilmu Psikologi asal Amerika, William James, yang disitir Mbak Eni dalam bukunya tersebut:

 

Kita, manusia, selalu memikirkan apa yang tidak kita miliki dan tidak bersyukur kepada Tuhan atas apa yang kita miliki. Kita selalu melihat sisi gelap dan yang mengerikan dalam kehidupan ini. Kita tidak pernah melihat sisi cerah dalam kehidupan ini. Kita selalu bersedih atas kekurangan yang kita miliki dan tidak pernah bahagia dengan apa yang ada pada diri kita.

 

Orang-orang sukses, dan orang-orang yang luar biasa menurut saya adalah orang-orang yang selalu melihat sisi terang pada diri mereka dan selalu melihat sisi baik dari semua kejadian. Semua pasti ada hikmahnya. Begitu ungkapan mereka ketika menemui satu peristiwa, sakit sekalipun.

 

Pernah mendengar hadits Nabi Muhammad yang kurang lebih mengatakan bahwa “Akan datang suatu masa dimana memegang kebenaran laksana menggenggam bara api. Dan sangat beruntunglah orang yang berbeda.”

 

Maka dulu para aktivis pergerakan menyebut diri mereka generasi ghuraba yang artinya adalah berbeda atau asing.

 

Orang yang berbeda artinya sama dengan orang tidak normal. Tidak biasa, alias luar biasa. Extra Ordinary.  Ternyata sukses juga diraih oleh orang-orang yang berbeda dengan orang lain pada umumnya. Keberhasilan hanya diraih oleh orang yang bersikap luar biasa.

 

Paling tidak karakter orang sukses mencerminkan 4 karakter yang  saya singkat CARE.

 

Sifat yang pertama adalah Commitment, (komitmen). Orang yang sukses dalam hidupnya selalu memiliki komitmen yang kuat adalam segala hal. Lihatlah orang-orang besar yang Anda kenal. Hampir semuanya memiliki ini kan? Nabi Muhammad memegang komitmen meskipun deraan ujian menghalangi perjuangannya, Bilal sanggup menanggung hukuman cambuk untuk memegang komitmen aqidahnya. Orang besar lainnya juga demikian, dulu hingga sekarang.

 

Karakter yang kedua adalah Achievment (Pejuang). Seorang yang berhasil dalam hidupnya senantiasa berjuang dalam meraih keberhasilan. Cerita klasik Sanders dan Alfa Edison sudah Anda hafal. Orang yang meniti kesuksesan mulai dari titik terendah juga sering Anda jumpai. Perjuangan para pahlawan juga bukti sejarah artis ebuah perjuangan. Orang sukses selalu berjuang keras mencapai apa yang dicita-citakan.

 

Sifat yang ketiga orang sukses adalah Responsibility (bertanggungjawab). Tidak perlu dijelaskan panjang lebar, yang namanya tanggungjawab merupakan kaidah pokok orang-orang ebsar. Belajarlah dari Umar bin Abdul Azis ketika menjadi pemimpin 22 negara Islam dalam kekhalifahannya, lihatlah Syafrudin Prawiranegara ketika mengembalikan kursi kepresidenan kembali kepada Soekarno ketika ia kembali dan lihatlah tanggungjawab yang diberikan para pahlawan reformasi ketika para mahasiswa merasa dirinya merupakan agen perubahan.

 

Karakter keempat dari konsep CARE ini adalah Enthuastic (Antusias). Orang besar dan orang sukses pada umumnya kita ketahui mereka selalu memiliki antusiasme yang tinggi dalam melakukan pekerjaan mereka. Bukan hanya sekedar mencintai pekerjaan tapi berusaha sebisa mungkin untuk mencapai hasil yang lebih dari biasanya. Motivasi untuk berprestasinya sangat tinggi. Antusias mereka terhadap pencapaian hasil didasari kesadaran dari dalam diri mereka sendiri dan sebagian lagi mungkin karena dorongan dari eksternal. Yang pasti mereka senantiasa melakukan pekerjaan dengan penuh gairah.

 

Mengutip apa yang disampaikan oleh Mbak Eni Kusuma, siapapun Anda, lengkap dengan keadaan yang menyertai Anda. Anda adalah orang yang luar biasa! Maukah Anda menemui karunia Tuhan yang ada pada diri Anda, untuk kemudian memilih secara tepat keputusan-keputusan yang Anda ambil atas karunia itu, yang tentunya sejalan dengan akal dan budi Anda? Tentu. Karena nasib Anda ada di tangan Anda sendiri.

 

Dan, begitu Anda menyadari hal ini, Anda sungguh menjadi orang yang Luar Biasa!!! [js]

(taken from 99 Ideas for Happy Life)

Bangkit Di Masa Sulit

Posted by jumadi on February 19, 2009 under Ideas @ Work, Motivasi & Pengb. Diri | Read the First Comment

Seorang ibu menyuruh seorang anaknya membeli sebotol penuh minyak. Ia memberikan sebuah botol kosong dan uang sepuluh rupee. Kemudian anak itu pergi membeli apa yang diperintahkan ibunya.

 

Dalam perjalanan pulang, ia terjatuh. Minyak yang ada di dalam botol itu tumpah hingga separuh. Ketika mengetahui botolnya kosong separuh, ia menemui ibunya dengan menangis,

 

“Ooo… saya kehilangan minyak setengah botol! Saya kehilangan minyak setengah botol!” Ia sangat bersedih hati dan tidak bahagia. Tampaknya ia memandang kejadian itu secara negatif dan bersikap pesimis.

 

Kemudian, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee lagi. Kemudian anaknya
pergi. Dalam perjalanan pulang, ia juga terjatuh. Dan separuh minyaknya tumpah. Ia memungut botol dan mendapati minyaknya tinggal separuh.

 

Ia pulang dengan wajah berbahagia. Ia berkata pada ibunya, “Ooo… ibu saya tadi terjatuh. Botol ini pun terjatuh dan minyaknya tumpah. Bisa saja botol itu pecah dan minyaknya tumpah semua. Tapi, lihat, saya berhasil menyelamatkan separuh minyak.” Anak itu tidak bersedih hati, malah ia tampak berbahagia. Anak ini tampak bersikap optimis atas kejadian yang menimpanya.

 

Sekali lagi, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee. Anaknya yang ketiga pergi membeli minyak. Sekali lagi, anak itu terjatuh dan minyaknya tumpah. Ia memungut botol yang berisi minyak separuh dan mendatangi ibunya dengan sangat bahagia.

 

Ia berkata, “Ibu, saya menyelamatkan separuh minyak.”  Tapi anaknya yang ketiga ini bukan hanya seorang anak yang optimis. Ia juga seorang anak yang realistis. Dia memahami bahwa separuh minyak telah tumpah, dan separuh minyak bisa diselamatkan. Maka dengan mantap ia berkata pada ibunya, “Ibu, aku akan pergi ke pasar untuk bekerja keras sepanjang hari agar bisa mendapatkan lima rupee untuk membeli minyak setengah botol yang tumpah. Sore nanti saya akan memenuhi botol itu.”

 

Mitra profesional, kita bisa memandang hidup dengan kacamata buram, atau dengan kacamata
yang terang. Namun, semua itu tidak bermanfaat jika kita tidak bersikap realistis dan mewujudkannya dalam bentuk kerja yang realistis.

 

Kehidupan kita tak akan pernah berjalan semulus yang kita pikirkan.  Berbagai macam tantangan, misalnya kehilangan pekerjaan atau orang- orang yang dicintai, disabotase, bangkrut dan lain sebagainya, bisa  saja menyeret kita dalam keterpurukan.

 

Bila kita melihat ke sekeliling, begitu banyak orang-orang yang tenggelam dalam keterpurukan dan terjerat cukup lama dalam kegelapan, misalnya menjadi pecandu narkoba, budak hutang dan kemiskinan, korupsi atau melakukan tindak kejahatan lainnya lalu dipenjarakan, dan bentuk kemalangan lainnya.

 

Bila kita cukup cerdas dalam menghadapi tantangan kehidupan, bermacam  bentuk benturan keras seperti itu seharusnya tidak membuat kita semakin terpuruk. Tantangan kehidupan adalah kesempatan untuk introspeksi diri. Benturan keras dalam kehidupan akan menjadikan kita lebih mulia, jika kita segera sadar atas kekeliruan yang telah dilakukan, kelemahan yang harus

 

Tantangan kehidupan adalah bagian dari perjalanan hidup supaya kita menjadi lebih cerdas menghadapi tantangan kehidupan. Tokoh-tokoh terkenal dan sukses, misalnya Walt Disney, Soichiro Honda, Thomas Edison, Wright Bros, Fred Smith, Mohamad Ali,  Henry Ford, Bill Gates, Steve Jobs, Oprah Winfrey, Christoper Columbus, Anthony Robins, hingga Tukul Arwana, sudah pernah mengalami keras dan sakitnya kehidupan. Tetapi semua pengalaman pahit tersebut justru membimbing mereka ke gerbang kesuksesan.

 

Kesuksesan mereka bukan semata-mata dipengaruhi oleh faktor pendidikan ataupun modal, apalagi faktor kebetulan. Mereka berhasil lantaran kekuatan dan kecerdasan mereka menghadapi tantangan kehidupan. Menurut Paul G. Stoltz, Phd, dalam bukunya berjudul Adversity Quotient (AQ), ada tiga tipe manusia dalam analogi mendaki gunung:

1.  Quitters – orang-orang yang mudah menyerah, sehingga kehidupan mereka semakin terpuruk dalam kemalangan.

2.  Campers – orang-orang yang mudah puas dengan apa yang sudah  dicapai, sehingga kehidupan mereka biasa-biasa saja.

3.   Climbers – orang-orang yang selalu optimis, berpikir positif dan terus bersemangat kerja sampai benar-benar mendapatkan yang mereka inginkan. Contoh dari tipe orang ke tiga adalah orang-orang yang sukses di dunia ini. Selalu memanfaatkan kesempatan untuk maju dan pulih dari keterpurukan adalah ciri khas mereka yang utama. Tak mengherankan jika mereka melalui setiap rintangan dengan tabah, berjuang keras, dan mental yang kuat.

 

Tantangan kehidupan memang tidak pernah ada habisnya. Tetapi selama kita terus berusaha memperbaiki diri dan strategi ditambah dengan kesadaran spiritual yang lebih dalam, maka kita akan dapat mencapai tujuan tertinggi.

 

Oleh sebab itu, perbaiki diri terus-menerus, jangan menunggu sampai kemalangan itu benar-benar datang. Mantapkan keyakinan ketika membuat perencanaan dan menetapkan target yang memungkinkan tercapai. Kemudian langsung melakukan langkah-langkah untuk memastikan hasil maksimal, dengan penuh komitmen dan kerja keras, kecintaan dan semangat. Dengan demikian kita akan memiliki kepekaan sekaligus keseimbangan disaat harus menghadapi tantangan kehidupan yang cukup keras.

 

Mulai detik ini tanyakanlah pada diri sendiri seberapa besar pengaruh positif yang telah Anda dapatkan atas berbagai situasi yang Anda alami? Pastikan tantangan hidup selama ini membawa Anda pada kedewasaan, kebijaksanaan dan kualitas spiritual yang lebih baik.  Dengan demikian Anda akan dapat menilai apakah Anda sudah mampu bangkit dan menjadi manusia yang lebih mulia atau belum. [js]

 

 

 

home top