Biarkan Dunia Mengenangmu

Posted by jumadi on July 17, 2009 under Motivasi & Pengb. Diri | 2 Comments to Read

Dalam sebuah cerita klasik Cina dikisahkan bahwa ada seorang tua yang bekerja sebagai petani berhasil memindahkan bukit agar bisa dipakai anak-anaknya untuk berjalan.

Setiap hari ia memindahkan dua keranjang pasir yang diambil dari sebuah bukit dan diletakkan di tanah kosong. Dia melakukannya setiap hari sejak muda. Sehingga pada saat dia tua bukit itu sudah bisa dilalui anak-anaknya. Pak tani itu telah mencatatkan namanya dalam sejarah cerita di dunia.

Insan mulia, seorang pemenang menyadari bahwa cita-cita yang tinggi bukan sebuah kemustahilan untuk dicapai bila sedikit demi sedikit meraihnya.

”Bukit” mana yang perlu Anda pindah? Sehingga seluruh manusia di dunia akan mengenang Anda dan mencatatkannya dalam sejarah.

Sebuah tantangan menarik jika kita melihat Daftar 100 orang Paling Berpengaruh di Dunia yang disusun Michael Hart atau Daftar Penemu-penemu Ilmu Pengetahuan yang tercantum dalam buku-buku ensiklopedi atau Rangkuman Pengetahuan Umum. Disana belum ada nama kita kan? Pertanyaannya adalah bagaimana dunia akan mengenang nama kita sebagaimana pak tani dari Cina yang memindahkan bukitnya.  Jika;

Karena James Watt

Dunia mengenal Mesin uap

Karena Nicolaus Otto

Dunia mengenal Mesin 4 tak

Karena Rudolf Diesel

Dunia mengenal mesin diesel

Karena Johannes Guttenberg  

Dunia mengenal mesin cetak Adalah

Karena Christopher Sholes

Dunia mengenal Mesin ketik

Karena C. Marconi

            Dunia mengenal Radio

Karena J.L. Baird & C.F. Jenkins

            Dunia mengenal Televisi

Karena Samuel F.B. Morse

            Dunia mengenal Telegrap

Karena Alexander Graham Bell

            Dunia mengenal telepon

Karena Michael Faraday

Dunia mengenal Dinamo

Karena Williarn Sturgeon

            Dunia mengenal Elektromagnet

Karena Thomas Alva Edison

            Dunia mengenal Bola lampu

Karena Volta

            Dunia mengenal Batu baterai

Karena Galileo Galilei

            Dunia mengenal Termometer

Karena Robert Boyle, John Walker

            Dunia mengenal Korek api

Karena Robert Fulton

            Dunia mengenal Kapal api

Karena Cornelius van Drebbel

            Dunia mengenal Kapal selam

Karena Wilhelm Conrad Rontgen

            Dunia mengenal Sinar Rontgen

Karena Louis Jacques Monde da Guerre & Edwin Land

            Dunia mengenal Kamera

Karena Wilbur dan 0. Wright

            Dunia mengenal Pesawat terbang

Karena Benyamin Franklin

            Dunia mengenal Lensa kaca mata

Karena Gottlich Daimler

            Dunia mengenal Mobil

Karena Nikola Tesla

            Dunia mengenal Motor

 

Karena Bung Karno

            Dunia mengenal pancasila

Karena Munir

            Dunia mengenal Kontras

Karena Adnan Buyung Nasution

            Dunia mengenal LBH

Karena Bill Gates dan Paul Allen

            Dunia mengenal Microsoft

Karena ada Andrew Grove

            Dunia mengenal Intel

Karena ada Colonel Sanders

            Dunia mengenal KFC

Karena ada Chung Ju Yung

            Dunia mengenal Hyundai

Karena ada Wiliam Soerjadjaja

            Dunia mengenal Astra

Karena Jonathan L Parapak

            Dunia mengenal Indosat

Karena Puerdi Chandra

            Kita mengenal Primagama

 

Karena Ary Ginanjar Agustian

                        Kita mengenal ESQ Way 165

Karena Arifin Ilham

                        Kita mengenal Indonesia Berdzikir

Karena AA Gym

                        Kita mengenal Manajemen Qolbu

Karena Dale Carnegei

                        Dunia mengenal How to Win Friend

Karena Stephen Covey

                        Dunia mengenal Seven Habits

Karena Daniel Goleman

                        Dunia mengenal Kecerdasan Emosional

Karena Iwan Gayo

                        Dunia mengenal Buku Pintar

            Karena Ibnu Sina

                        Dunia mengenal Ilmu Kedokteran

Karena Anda, dunia mengenal apa? []

 

Jangan Pernah Berhenti!

Posted by jumadi on July 6, 2009 under Motivasi & Pengb. Diri | Be the First to Comment

Di depan rumah kami, biasanya tiap waktu-waktu tertentu lewat penjaja makanan, jamu gendong atau orang yang menawarkan jasa lainnya. Ada jasa perbaikan sepatu, sandal, payung, jasa perbaikan pompa air, jasa pembersihan taman dan banyak lagi. Tidak ketinggalan orang-orang yang menawarkan hiburan seperti pengamen, topeng monyet atau sulap.

Yang menarik bagi saya adalah bahwa mereka setiap hari bahkan setiap saat berkeliling menawarkan barang atau jasanya, ke setiap rumah, tanpa kenal lelah dan tidak pernah berhenti. Padahal saya yakin bahwa mereka tidak selalu diterima di setiap rumah. Bahkan mungkin sebaliknya, yang mereka terima lebih banyak penolakan, pengusiran, bahkan tidak sedikit cacian. Mereka tidak kenal menyerah dan tidak pernah berhenti.

Saya teringat ungkapan Winston Churchill yang paling berpengaruh adalah ketika beliau berpidato di wisuda Universitas Oxford. Churchill mempersiapkan pidato ini selama berjam-jam. Dan ketika saat pidatonya tiba, Churchill hanya mengucapkan tiga kata : ‘never give up’ (jangan pernah berhenti).

Sebagai seorang trainer, banyak orang berfikir kalau saya bisa berbicara di depan publik seperti sekarang sudah sejak awal. Tentu saja semua itu tidak benar. Awalnya, saya adalah seorang pemalu, mudah tersinggung, takut bergaul dan minder. Dan ketika memulai profesi pembicara publik, sering sekali saya dihina, dilecehkan dan direndahkan orang. Dari lafal ‘T’ yang tidak pernah lempeng, kaki seperti cacing kepanasan, tidak bisa membuat orang tertawa, pembicaraan yang terlalu teoritis, istilah-istilah yang tidak perlu, serta segudang kelemahan lainnya.

Tidak bisa tidur beberapa minggu, stres atau jatuh sakit, itu sudah biasa. Pernah bahkan oleh murid dianjurkan agar saya dipecat saja menjadi dosen di tempat saya mengajar.

Pengalaman serupa juga pernah dialami oleh banyak agen asuransi jempolan. Ditolak, dibanting pintu, dihina, dicurigai orang, sampai dengan dilecehkan mungkin sudah kebal. Pejuang kemanusiaan seperti Nelson Mandela dan Kim Dae Jung juga demikian. Tabungan kesulitan yang mereka miliki demikian menggunung. Dari dipenjara,hampir dibunuh, disiksa, dikencingin, tetapi toh tidak berhenti berjuang.

Apa yang ada di balik semua pengalaman ini, rupanya di balik sikap ulet untuk tidak pernah berhenti ini, sering bersembunyi banyak kesempurnaan hidup. Mirip dengan air yang menetesi batu yang sama berulang-ulang, hanya karena sikap tidak pernah berhentilah yang membuat batu berlobang.

Besi hanya menjadi pisau setelah ditempa palu besar berulang-ulang, dan dibakar api panas ratusan derajat celsius. Pohon beringin besar yang berumur ratusan tahun, berhasil melewati ribuan angin ribut, jutaan hujan, dan berbagai godaan yang meruntuhkan.

Di kantor kami ada seorang pramu taman sekaligus office boy yang selalu bekerja dengan senyum dan tampak tidak pernah meratapi pekerjaannya yang berat. Saya sudah mengenalnya lebih dari 5 tahun, ketika saya tanya bagaimana ia menjalani pekerjaan berat yang mungkin banyak menerima tugas-tugas rumit sebagai pesuruh kantor, ia justru bilang,

”Pak, justru saya merasa sangat senang bekerja disini. Saya bisa membantu menyelesaikan permasalahan banyak orang, meringankan beban para karyawan. Saya sangat senang ketika mereka juga merasa nyaman bekerja disini.”

Saat menunggu kapal di pelabuhan atau sedang menunggu bis berangkat, saya selalu memperhatikan penjual koran, tukang semir, pedagang asongan, mereka adalah orang-orang yang tidak pernah mudah menyerah. Mereka tidak gentar dengan penolakan. Terus bergerak, menawarkan dan terus menawarkan. Tidak pernah berhenti.

Sebagaimana seorang pendaki yang tidak akan berhenti sebelum mencapai puncak, sebagaimana pembalap yang selalu ingin mencapai finis maka jangan berhenti sebelum mencapai apa yang menjadi harapan dan cita-cita Anda.

Jika mencari guru, orang-orang bawah seperti pembantu, pedagang bakso, satpam, supir, penyanyi rendahan, dan tukang kebunlah guru-guru sejati kita. Dan dari mereka inilah pelajaran atas pidato inspiratif  Winston Churchill justru kita peroleh. Jangan menyerah.[]

home top