Creative Campaign: Cara Murah Kampanye Politik
Setelah tulisan saya Political Marketing (sebenarnya ada subjudulnya ‘cara cerdas menggaet pemilih’) dimuat di Nirmala Post beberapa hari lalu, saya mendapatkan banyak masukan, komentar dan pertanyaan dari para pembaca. Sebagian menunjukkan dukungan, konfirmasi lanjutan sampai permintaaan untuk membuat tulisan lanjutan yang mendetailkan konsep tersebut.
Sebenarnya konsep political marketing sudah banyak dibahas oleh beberapa ahli marketing di Indonesia. Tidak kurang Hermawan Kartajaya, Hendi Irawan sampai majalah Marketing juga mengulas hal tersebut. Demikian pula buku-buku yang membahas hal yang sama, salah satunya adalah The Political Campaigning Handbook yang ditulis Lionel Zetter berdasarkan pengalaman dan pengamatannya dalam pelaksanaan Pemilu Inggris selama beberapa dekade.
Ketika kita sudah memahami konsep tersebut, tahapan selanjutnya adalah bagaimana mengimplementasikannya di lapangan. Seperti yang saya tulis sebelumnya, untuk mengkomunikasikan brand kita (Parpol atau Caleg) adalah melalui aktivitas promosi, iklan, pemasangan porster dan lain-lain. Namun dalam situasi yang crowd seperti ini diperlukan cara dan stratgei kampanye yang lebih kreatif.
Membangun Relationship dengan Pemilih
Salah satu hal penting agar brand kita selalu diingat dan menjadi top of mind dalam benak audiens, dalam hal ini pemilih, adalah dengan membangun hubungan yang terus menerus dengan audiens. Banyak media, sarana dan aktivitas yang bisa kita lakukan dalam mebangun hubungan antara lain:
Kantor Sekretariat/Posko
Semua parpol pasti memiliki kantor sekretariat sebagai pusat aktivitas mereka. Seharusnya kantor ini dimanfaatkan seoptimal mungkin sebagai sarana berkomunikasi dengan pemilih. Kegiatan temu kader, pelatihan, sarasehan, acara kepedulian, sampai pertemuan-pertemuan kecil bisa menjadi sarana untuk menggalang dukungan. Rumah caleg atau posko khusus yang disiapkan juga bisa menjadi sarana untuk itu.
Publikasi/Press Release/Talkshow
Parpol atau caleg juga bisa memanfaatkan media untuk publikasi kegiatannya dengan membuat release berita. Media apapun akan senang mendapatkan release berita. Dan jika apa yang Anda tulis informatif, dilengkapi foto yang berkualitas, acaranya juga sesuatu yang menarik, fenomenal atau tentang wacana baru (bahkan kontroversi) maka media akan memuat publikasi Anda. Hal ini lebih mudah dilakukan dan Anda tidak membutuhkan biaya untuk pasang iklan. Atau Anda bisa melakukan talkshow di radio demgan tema-tema yang tepat dan Anda kuasai. Melalui media on air dan off air Anda bisa melakukan publikasi dengan murah.
Saya tertartik dengan yang dilakukan Tung Desem Waringin ketika meluncurkan bukunya. Ia betul-betul pandai membuat publisitas. Masih ingat orang yang membagikan uang 100 juta melalui pesawat terbang? Itulah Tung ketika mempromosikan bukunya Marketing Revolution. Semua media nasional bahkan internasional memuat beritanya, bahkan menjadi headline. Jika dibanding publisitas di media, nilai 100 juta tentu menjadi tidak besar lagi. Demikian juga ketika ia naik kuda di jalan protokol Jakarta saat meluncurkan bukunya Financial Revolution.
Hubungan personal melalui surat pribadi
Agar lebih dekat dengan audiens, lakukanlah hal-hal yang sifatnya personal kepada para calon pemilih kita. Setiap orang akan senang jika diperlakukan secara personal. Caranya, berkunjunglah dari rumah ke rumah atau menyapa dengan menyebutkan namanya secara tepat. Hal lain yang bisa Anda lakukan adalah mengirimkan surat secara pribadi (direct mail). Bandingkan dengan selebaran yang kita bagikan, alih-alih mendapatkan dukunga, selebaran, brosur, flyer dan sejenisnya hanya akan dibaca sekilas.
Coba anda kirim selembar surat yang Anda tandatangani sendiri, sampaikan salam, sebutkan secara singkat visi, pemikiran dan harapan Anda, lalu tunjukkan bahwa Anda membutuhkan dukungan yang bersangkutan.
Pesan Singkat/SMS
Hampir semua usia pemilih saat ini memiliki sarana komunikasi handphone. Anda bisa mendata nomor-nomor yang Anda kenal atau dari relawan Anda. Kirimkanlah pesan-pesan singkat yang berisi salam dan permintaan dukungan. Bayangkan jika Anda bisa mengirimkan SMS ke 100 orang setiap hari, dengan biaya yang ringan, berapa banyak orang yang akan mengenal Anda dan bukan tidak mungkin mereka akan memberikan pilihan untuk Anda.
Memanfaatkan Media Digital
Sekarang sudah eranya digital. Internet dan email sudah bukan barang baru. Pemilih pemula yang rata pelajar dan mahasiswa jumlahnya cukup signifikan. Dan bagi mereka internet sudah menjadi bagian dari kehidpannya sehari-hari. Bahkan di sekolah, sebagian mata pelajaran mempergunakan sarana internet untuk pembelajaran mereka. Belum lagi para pekerja di kantor dan instansi yang memiliki fasilitas internet, berapa banyak jumlahnya? Ladang suara yang menggiurkan bukan?
Nah, bagaimana meraih dukungan dari mereka? Mau tidak mau kita harus ikut masuk ke dalam ‘dunia’ maya ini. Disamping biaya yang murah, publisitas yang luas juga begitu mudahnya melakukan kampanye di dunia maya ini. Apa saja yang bisa kita lakukan?
Blog dan Email
Biasanya fasilitas internet yang digunakan hanya sebatas membuat website dan email. Memiliki situs di internet saja belum cukup. Karena disana hanya berisi informasi searah. Saat ini orang lebih senang bisa melakukan interaksi, meskipun hanya lewat internet. Blog adalah sarana yang tepat untuk menyampaikan pemikiran Anda. Penggunaannya sangat mudah dan biayanya sangat murah. Bahkan Anda bisa mendapatkan kases blog dengan gratis. Email juga menjadi sarana yang bisa digunakan untuk menjalin hubungan pribadi.
Facebook, Komunitas Online dan Mesin Pencari
Salah satu media yang sedang jadi favorit di media digital saat ini adalah facebook dan komunitas online lainnya seperti flickr, yahoo messanger dan sarana komunikasi lainnya. Melalui perangkat blackberry Anda bisa memanfaatkan semua fasilitas online melalui genggaman Anda. Mesin pencari juga sangat powerful saat ini. Jika sedang mengakses internet, coba ketikkan nama Anda atau partai anda di google, apakah muncul di peringkat atas informasi yang tampil aatau tidak, itulah salahsatu gambaran tingkat popularitas kita. Coba bayangkan jika ada pemilih yang bingung untuk menentukan pilihannya, lalu mencari informasi di internet, dan diketik disana: ‘caleg dapil 2’ di wilayah Anda, apakah tidak ingin nama Anda yang akan muncul disana?
Zaman sudah berubah, media informasi juga berubah. Maka kita juga harus merubah cara berkomunikasi dengan audiens dan masyarakat di sekitar kita. Jika untuk membuat poster, memasang iklan membutuhkan banyak dana, maka melalui kreativitas cara berberkomunikasi, kita bisa mengalokasikan dana untuk kegiatan lain. Dan bagi yang memiliki keterbatasan biaya, bisa tetap berlomba meraih dukungan tanpa harus bingung mencari tambahan dana. Maka kreatiflah dalam berkampanye.[js]

linda hevira said,
luar biasa..saya setuju dengan anda..
Add A Comment