Posted by jumadi on January 14, 2009 under Ideas @ Work |
Saya yakin sebagian besar diantara Anda pernah menonton film Tom and Jerry, benar bukan? Iya, kisah perseteruan kucing dan tikus itu telah lama dipuar di televisi, bahkan vcd-nya tersebar di hampir seluruh toko penjual film di pinggir jalan.
Memang film tersebut tidak terlalu bagus untuk dilihat, apalagi oleh anak-anak. Meskipun kategori film hiburan untuk anak, namun dalam film ini terlalu banyak adegan kekerasan yang disajikan sehingga tidak baik untuk perkembangan mental anak.
Namun bukan itu yang ingin saya bahas disini. Satu hal yang menarik dalam film ini adalah selalu saja ada cara bagi si Tom untuk berusaha mengalahkan si kecil Jerry, dan sebaliknya, selalu ada cara si Jerry dalam memperdaya Tom, si kucing yang selalu jadi pecundang itu. Bahkan seringkali dengan cara-cara di luar yang kita pikirkan. Mereka selalu kreatif dalam mencari cara.
Ya selalu menemukan cara di luar hal yang biasa. Itulah yang ingin saya bahas. Thinking out of the box, begitu orang mengisitilahkan.
Dalam situasi krisis seperti ini, budget yang terbatas, target yang tidak pernah turun, sebagai karyawan kita dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Kreatif dalam melaksanakan program kerja dan inovatif dalam mencari cara-cara baru untuk mensiasati situasi kritis seperti ini.
Menurut para ahli, seseorang yang kreatif bukalah selalu menemukan hal baru, namun ia selalu melihat segala sesuatu dengan cara berbeda dan baru, dan biasanya tidak dilihat oleh orang lain. Orang yang kreatif, pada umumnya mengetahui permasalahan dengan sangat baik dan disiplin, biasanya dapat melakukan sesuatu yang berbeda dari cara-cara yang biasa. Proses kreativitas melibatkan adanya ide-ide baru, bermanfaat, meskipun kadang tetapi dapat diimplementasikan.
Pertanyaannya, bagaimana agar kita menjadi orang yang kreatif?
Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menjadi kreatif:
1. Buka mata, buka telinga
Kemampuan kita untuk selalu terbuka terhadap berbagai hal akan memberikan energi yang luar biasa untuk mampu mencintai segala sesuatu, termasuk mencintai profesi kita.
Dan mencintai itu harus kita lakukan dengan penuh ketulusan. Kalau kita dengan tulus melakukan pekerjaan, maka tidak akan ada beban sedikitpun yang mengganjal terhadap apapun yang ”ingin” kita lakukan.
“I never, ever thought of myself as a businessman. I was interested in creating things I would be proud of ” (Richard Branson)
2. Percaya diri
Kemampuan untuk mengenali apa yang menjadi keistimewaan kita merupakan hal terpenting dalam hidup kita. Karena itu ada istilah “mempercayai kemampuan kreatifitas anda adalah separo dari sukses itu sendiri”
Untuk bisa kreatif, kita harus bisa ber”mimpi” besar untuk menggapai sesuatu. Hidup kita tidak akan bergairah kalau kita tidak memiliki impian dan target. Orang yang percaya diri akan selalu menyusun mimpi dalam dalams ebuah cita-cita hidup.
3. Tanamkan semangat belajar
Look through the eyes of a child. The art of “listening” has been mostly forgotten. God creates human with two ears and only one mouth for a good reason.
Belajar bisa dilakukan kapan saja, dimana saja dan melalui cara apa saja. Anda bisa bertanya pada yang ahli, membaca buku, jalan-jalan, menonton film, mengikuti pelatihan dan kursus, seminar, browsing internet dan banyak lagi.
Dalam kaidah Islam sering mengenal ungkapan-ungkapan seperti: ”belajarlah sampai ke negeri cina”, ”belajar dari sejak buaian ibu sampai ke liang lahat”, ”untuk meraih kebahagaiaan di dunia capailah dengan ilmu, untuk meraih kebahagiaan di akhirat capailah dengan ilmu dan untuk meraih kedua-duanya capailah dengan ilmu”.
Itu adalah ungkapan untuk memotivasi kita dalam membangun semangat belajar. Dan orang yang selalu belajar akan memiliki pola pikir kreatif dalam kesehariannya.
4. Berhubungan dengan orang-orang kreatif
Jika ingin mengetahui karakter seseorang, lihatlah dengan siapa dia berteman. Itu mungkin ungkaan yang tepat untuk menggambarkan betapa pentingnya arti seorang teman.
“Sahabat terbaik adalah dia yang mampu mengeluarkan apa yang terbaik dari diri Anda” (Henry Ford)
Apabila Anda selalu bersama orang yang suka menyanyi, lama-kelamaan Anda juga akan senang menyanyi. Jika Anda sering berkumpul dengan para penulis atau sastrawan, paling tidak Anda akan menyukai dunia sastra. Maka jika Anda selalu berhubungan dengan orang-orang kreatif. Anda akan menjadi orang kreatif.
5. Jadilah komunikator yang baik
Saat ini dunia begitu sempit, apa yang terjadi di belahan bumi lain akan bisa kita ketahui sekarang juga dan dimana kita berada. Jadi, untuk menumbuhkan kreatifitas kita harus bisa memanfaatkan sarana komunikasi yang ada.
Di zaman digital seperti ini, berbagai sarana komunikasi dapat Anda manfaatkan untuk membangun relasi dengan orang lain. Blog, friendster, flickr, facebook, website adalah sarana-saran komunikasi yang bisa mendukung Anda mendapatkan wawasan dan teman baru.
6. Ciptakan suasana yang menyenangkan
Bermain mendorong anda dalam suatu pikiran yang berisi banyak elemen
yang anda butuhkan untuk kreatif, misalnya keingintahuan, imajinasi, experimentasi, fantasi, spekulasi, atau apa saja
”Saya tidak pernah memiliki hari kerja dalam hidup saya. Semuanya merupakan kegembiraan” (Thomas A. Edison)
7. Ciptakan lingkungan yang kondusif
Berdasarkan hasil penelitian, untuk menciptakan kreativitas dibutuhkan lingkungan kerja kondusif yang menyenangkan (fun), penuh rasa humor, spontan, dan memberi ruang bagi individu untuk melakukan berbagai permainan atau percobaan. Membentuk lingkungan yang kondusif seperti itu sangatlah tidak mudah bagi sebuah organisasi. Mendorong kreativitas dalam dunia kerja menuntut iklim yang permissif terhadap existensi individualitas dan penerimaan terhadap rasa humor, disamping tetap memegang teguh rasa hormat, kepercayaan dan komitment sebagai norma yang berlaku.
Salah satu cara terbaik untuk mendorong kreativitas dan inovasi dalam sebuah perusahaan adalah dengan cara mengukur sejauhmana hal tersebut telah dilakukan. Perusahaan dianjurkan untuk memasukkan unsur kreativitas dan inovasi ke dalam proses evaluasi kerja. Sebagai contoh: masukan unsur penilaian tentang berapa banyak ide dari seseorang atau kelompok (teamwork) yang dapat diimplementasikan oleh perusahaan. Jika hal ini terkomunikasi dengan baik maka setiap individu akan berusaha untuk memberikan ide secara konstruktif.
8. Keluar dari rutinitas
Penempatan pegawai dengan konsep the right people with the right job juga merupakan cara yang tepat untuk menstimulasi munculnya kreativitas dan inovasi. Hal ini karena penempatan pegawai pada posisi yang tepat akan mengurangi supervisi sehingga memberikan otonomi bagi individu dalam menyelesaikan masalah-masalah pekerjaannya.
Root-Bernstein, salah seorang penulis buku Sparks of Genius, mengusulkan pentingnya pegawai untuk keluar dari cara kerja yang rutin sehingga dapat melihat masalah pekerjaan dengan cara yang baru. Salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut menurut Bernstein perlu dilakukan brainstorming secara regular. Dengan melakukan brainstorming pegawai diharapkan dapat memberikan ide dan solusi yang baru.
Selamat mencoba. [js]
Posted by jumadi on December 22, 2008 under Ideas @ Work, Motivasi & Pengb. Diri |
Spiritualitas dalam bekerja
Mas Syaiful adalah salah satu teman dekat Panji. Ia hanya seorang laki-laki biasa yang profesinya pedagang kecil-kecilan. Ia menjual majalah dan agen buku-buku agama. Ia juga memiliki kesibukan lain, mengajar di beberapa pengajian dan sesekali menjadi mentor di sekolah untuk pembinaan akhlak dan kepribadian.

Panji menganggap Mas Syaiful sebagai teman sekaligus pembimbing ruhaninya. Mereka punya jadwal pertemuan rutin. Minimal seminggu sekali mereka bertemu untuk diskusi.
Meskipun begitu Mas Syaiful memiliki wawasan yang luas. Isu politik, ekonomi dan masalah sosial selalu ia cermati. Termasuk juga bidang pemasaran. Bahkan ia memiliki buku-buku pemasaran dan pengembangan diri yang cukup banyak. Robert T Kiyosaki, Steven R Covey, Andreas Harefa, Renald Kasali, Gede Prama adalah nama-nama yang tidak asing baginya. Literatur Arab juga menjadi koleksinya yang tidak kalah penting.
Dari Mas Syaiful juga Panji mendapat masukan banyak hal tentang pentingnya spiritualitas dalam bidang pemasaran.
“Spiritualitas hampir tak henti diperbincangkan. Seiring perkembangan pemikiran manusia, spiritualitas semakin diakui keberadaannya. Padahal selama ini banyak ilmuwan bahkan masyarakat, khususnya Barat, hampir mengabaikan dan tak mengakui keberadaannya.” Mas Syaiful memulai penjelasannya kepada Panji.
“Oh iya Mas, saya mengerti.” Panji menimpali.
“Beberapa tahun silam, misalnya, dunia psikologi geger dengan ditemukannya sebuah kecerdasan baru dalam diri manusia. Manusia ternyata tak hanya memiliki dua kecerdasan, intelektual (IQ) dan emosional (EQ). Ia juga memiliki kecerdasan spiritual (SQ). Ditandai dengan adanya titik Tuhan (God spot) di dalam otak.“ sambungnya.
“Tepat sekali, Panji”.
“Dan di era pasar global sekarang ini, etika dan nilai-nilai spiritual juga tumbuh dari negeri Barat, menjadi panduan untuk menjalankan roda perusahaan dan organiasi modern. Pengusaha dan para eksekutif perusahaan menghadirkan jiwa dan hatinya dalam bekerja. Mereka sangat menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual” jelas Mas Syaiful.
Panji mengingat kembali buku yang sedang ia baca The Corporate Mystic. Ia juga ingat teori Eternity Marketing yang ditulis Ippho Santosa. Apalagi konsep Berbisnis dengan Hati-nya AA Gym. Dipadukan dengan The 10 Credos of Compassionate Marketing yang digagas Hermawan Kertajaya. Semuanya klop.
Panji menyadari sejarah tokoh-tokoh bisnis dunia. Mereka telah mampu meraih kesuksesan dalam bisnis, tanpa mengorbankan keseimbangan dan keselarasan hidup. Maka mereka menjadi sejahtera tidak saja secara finansial, melainkan juga secara spiritual.
Jauh empat belas abad sebelum ini, pebisnis kondang sepanjang zaman, Nabi Muhammad telah mempraktekkan bersama para sahabat, bagaimana melakukan aktivitas bisnis dalam bingkai ajaran agama. Bahkan ajaran Islam telah menempatkan bahwa mencari nafkah dan bekerja adalah bagian integral dari ibadah. Bahkan banyak kemuliaan yang diberikan kepada pekerja daripada orang yang hanya beribadah saja. Pebisnis yang jujur disetarakan dengan mujahid yang berjuang untuk agama.
Secara integral, spiritualitas dalam bisnis ini meliputi semua aspek ruhani manusia. Didalamnya ada cinta, pengorbanan, empati, kasih sayang, motivasi, kearifan, manajemen emosi, visi, kejujuran, ketaatan, nilai-nilai ketuhanan dan aspek kearifan universal yang diajarkan oleh agama. Inilah sesungguhnya kecerdasan hakiki manusia.
Mulai sekarang, cerdaskan spiritual anda. [js]
Posted by jumadi on December 17, 2008 under Ideas @ Work, Marketing Ideas |
Sedih, pilu, gundah mungkin juga marah. Itulah yang dirasakan orang yang ditolak. Ditolak cintanya, ditolak lamaran pada suatu pekerjaan atau ditolak proposalnya. Yang paling sering terjadi adalah ditolak penawarannya. Hampir semua penjual pernah mengalami penolakan. Namun yang berbeda adalah cara menghadapi penolakan itu.
Ada yang larut dalam kesedihan lalu menjadikannya putus asa. Ada yang yang justru menjadikan kata ‘tidak’ sebagai pemicu semangat untuk melakukan usaha lebih keras lagi. Sebagaimana Kolonel Sanders yang ratusan bahkan ribuan kali ditolak ketika menawarkan resep ayam gorengnya. Namun ia tidak menyerah. Kini kita lihat kedai yang menjual ayam goreng dengan label Kentucky Fried Chicken hampir ada di semua kota di dunia, termasuk Indonesia. Buah dari ketekunan menghadapi penolakan mengantarkan banyak sales pada posisi puncak karier dengan penghasilan milyaran rupiah.
Kata ‘tidak’ bukan akhir segalanya. Penolakan tidak berarti dunia ini sudah kiamat. Barangkali dengan mengatakan ‘tidak’, calon pelanggan ingin mengatakan ‘tidak saat ini’ atau ‘tidak yang ini’. Artinya masih banyak kesempatan. Mungkin juga mereka mengatakan tidak karena kurang memahami produk kita. Atau memang budget yang tidak sesuai dengan penawaran kita. Bisa jadi karena prospek belum mengetahui kelebihan dari produk yang ditawarkan.
Berpikir positif, itulah jawabannya. Caranya adalah memandang bahwa masih ada kesempatan. Langkah selanjutnya adalah membuat persiapan untuk melakukan hal lebih baik lagi. Belajar dari apa yang dilakukan para marketer MLM yang hampir tidak pernah mengenal kata menyerah. Mereka melakukan upgrading diri sendiri, bahkan dengan biaya mereka sendiri. Meningkatkan kemampuan negosiasi, kemampuan presentasi, penguasaan produk hingga ketrampilan memahami karakter personal seseorang hingga mudah melakukan pendekatan.
Selanjutnya adalah mengubah cara pandang. Menempatkan posisi pada orang yang melakukan penolakan. Proposal yang diajukan ditolak. Biasanya disikapi dengan nada negatif. Begitulah dia memang sentimen sama saya, setiap mengajukan sesuatu ditolak. Atau aneka prasangka lain yang justru akan menambah beban pikiran kita. Cobalah untuk berpikir terbalik. Seandainya saya pada posisi orang tersebut, apa yang membuat saya menolak penawaran ini. Dengan demikian kita akan menemukan jawaban. Proposal kurang lengkap. Biayanya terlalu besar. Saatnya belum tepat. Gali ide lebih kreatif lagi. Terlalu mahal. Kurang efisien dan seterusnya.
Kemudian mensikapi penolakan sebagai sebuah dinamika profesi. Nikmatilah. Karena itulah jalan keindahan yang akan membawa kita untuk mencintai profesi kita. Lihatlah orang-orang yang menikmati penolakan. Penjual koran dijalanan, tukang semir sepatu yang berkeliling menawarkan jasanya ke semua orang. Tukang sol sepatu, mbak jamu, tukang ojek di pangkalannya. Juga sopir taksi dan tukang obat. Tidak terhitung berapa kali mereka ditolak oleh prospek mereka. Bisakah Anda bayangkan seandainya mereka menyerah lalu ngambeg dan pulang ke rumah?
Resepnya adalah kuasai penolakan sebelum Anda dikuasai oleh penolakan, demikian yang diungkapkan oleh Richard Denny dalam bukunya Succeed for Yourself. Jika kita sudah bisa menguasai penolakan, kita tidak perlu takut lagi untuk mencoba mengajukan penawaran. Dengan keterampilan kita menguasai penolakan, kita bisa mengubah kata ”tidak” menjadi ”ya”. Selamat mencoba! [js]
Posted by jumadi on November 25, 2008 under Ideas @ Work |
Di dunia kerja, membangun hubungan baik sesama rekan kerja jelas sangat penting. Bagaimana pun, bersosialisasi dengan rekan kerja tak hanya membuat suasana kerja terasa lebih nyaman, tetapi produktivitas pun dijamin akan meningkat.

Berdasarkan pengalaman banyak orang, ide cemerlang seringkali mencuat karena adanya interaksi yang bagus dengan rekan kerja. Apalagi, sekarang ini penilaian kerja seseorang tidak melulu karena kecerdasan dan ketrampilannya sebagai individu. Dalam polling terakhir yang dilakukan oleh sebuah harian terkenal, mayoritas karyawan menganggap bahwa tampil serius dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan saja tidak cukup untuk mendongkrak karir seseorang. Kemampuannya bekerja sama dengan tim juga menjadi pertimbangan penting.
Nah, jika ingin sukses berkarir, salah satu syaratnya Anda harus bisa membangun hubungan yang baik dengan rekan kerja. Salah satu cara yang lebih efektif bila anda ingin mendapatkan kesempatan ke jenjang karir yang lebih baik, yaitu menjalin kontak (baik secara eksternal maupun internal), dan mencari tugas-tugas yang menantang namun potensial.
Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda terapkan agar sukses di tempat kerja, bukan cuma berhasil menyelesaikan pekerjaan dan membangun hubungan dengan rekan kerja, namun juga Anda bisa menjadi ’bintang’ di antara sesama pekerja di kantor Anda.
1. Bangunlah relationship.
Membangun kerjasama bukan hanya dengan rekan se-departemen anda, tapi juga lintas departemen. Jalinlah hubungan dengan rekan Anda di departemen lain. Bangunlah relationship dengan orang sebanyak mungkin dalam lingkup pekerjaan Anda. Dengan menjalin hubungan persahabatan dengan rekan kerja dari bagian lain, hal itu akan membuat anda dikenal sebagai figur yang supel, dan pada akhirnya akan membuka kesempatan anda mendapat promosi di masa datang atau kenaikan gaji.
Bila kelak anda ditunjuk untuk mengepalai suatu proyek, menjadi team-leader atau memimpin suatu unit kerja misalnya, luasnya pergaulan anda akan memudahkan anda untuk memilih orang-orang yang memang capable/ mampu dalam pekerjaannya.
2. Menjalin networking.
Memiliki jaringan koneksi ke perusahaan atau instansi lain akan membuat profil anda di mata rekan-rekan menjadi tinggi. Anda mungkin akan menjadi orang yang paling diandalkan karena mengetahui perkembangan dunia luar perusahaan. Dengan memiliki jaringan yang luas, Anda akan semakin dikenal dan dianggap memiliki kredibilitas. Selain itu, secara tidak langsung anda akan dianggap sebagai juru bicara tidak resmi perusahaan bagi orang lain, yang menunjukkan kemampuan leadership anda.
3. Berpikiran luas dan menguasai teknologi.
Jangan hanya melihat sesuatu dari sudut pandang sendiri. Lihat dengan cara yang lebih luas dan sesuaikan dengan cara pikir orang lain. Selalu menambah wawasan di luar spesialisasi dan mempelajari hal-hal baru adalah ciri orang yang berpikiran luas.
Apalagi saat ini ada tren baru yang berlaku di dunia bisnis : siapa yang menguasai teknologi, maka dialah yang menguasai dunia. Menjadi orang yang gemar belajar menjadi nilai lebih bagi Anda. Bisa lebih dulu menguasai salah satu kemajuan teknologi seperti program-program komputer yang beredar sekarang ini akan membuat profil anda semakin tinggi di mata rekan-rekan kerja.
4. Aktif dan berani ambil resiko
Bangunlah dasar yang kokoh ketika memulai suatu pekerjaan atau menyampaikan gagasan. Itu memberikan kesan yang baik kepada rekan, bos, dan klien Anda. Karenanya inisiatif merupakan langkah utama untuk menjadi bintang. Inisiatif memiliki empat elemen yaitu melakukan hal di luar deskripsi kerja, membantu yang lain, berani mengambil resiko dan melakukan pekerjaan sampai tuntas.
Mungkin dalam karir anda akan menjumpai tugas sulit sehingga rekan-rekan kerja anda jadi enggan untuk dipilih sebagai project officer. Cermati baikbaik, mungkin pekerjaan ini bisa menjadi tiket utama anda mendapat kesempatan. Jangan takut gagal, sebab meski nanti akhirnya pekerjaan tersebut hanya bisa diselesaikan setengahnya saja, nama anda akan dikenal sebagai orang yang berani mengambil resiko dan mau bekerja keras.
5. Memiliki Jiwa Kepemimpinan
Para bintang dalam suatu pekerjaan memiliki kemampuan mempersatukan orang untuk menyelesaikan pekerjaan. Bukan dengan cara memecat, menaikkan gaji, atau memberi jabatan. Mereka punya tiga komponen seorang pemimpin yang baik yaitu berpengetahuan, membawa energi ke tempat kerja dan lingkungan serta selalu memberikan perhatian pada setiap orang alam timnya.
6. Kenali perusahaan Anda
Jadilah orang yang paling memahami seluk beluk perusahaan Anda. Ketahuilah informasi selengkapnya tentang perusahaan, siapa yang dapat dipercaya dan yang sebaiknya dihindari serta bagaimana mengatur kompetisi dalam organisasi, perlu mendapat perhatian. Buka mata dan cari tahu. Apa pandangan atasan dan pekerja yang lebih lama dari Anda mengenai hal-hal yang sedang terjadi. Jadilah guru sendiri. Jadilah murid di tempat kerja.
7. Menjadi Komunikator yang baik
Seorang bintang di tempat kerja adalah ahli komunikasi yang hebat. Mereka tahu bagaimana cara membentuk percakapan, membatasinya dan menarik perhatian orang. Untuk itu, gunakan bahasa yang tepat dengan pendengar yang tepat pada waktu yang tepat.
Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengubah diri kita dari karyawan biasa menjadi seorang bintang ditempat kerja. Dan jika kita sudah bisa menjadi karyawan seperti itu, maka manajemen puncak akan menempatkan kita didalam sebuah daftar ‘khusus’. Daftar yang akan digunakan dalam pemilihan talent terbaik untuk suatu posisi tertentu. [js]