Jangan Pernah Berhenti!

Posted by jumadi on July 6, 2009 under Motivasi & Pengb. Diri | Be the First to Comment

Di depan rumah kami, biasanya tiap waktu-waktu tertentu lewat penjaja makanan, jamu gendong atau orang yang menawarkan jasa lainnya. Ada jasa perbaikan sepatu, sandal, payung, jasa perbaikan pompa air, jasa pembersihan taman dan banyak lagi. Tidak ketinggalan orang-orang yang menawarkan hiburan seperti pengamen, topeng monyet atau sulap.

Yang menarik bagi saya adalah bahwa mereka setiap hari bahkan setiap saat berkeliling menawarkan barang atau jasanya, ke setiap rumah, tanpa kenal lelah dan tidak pernah berhenti. Padahal saya yakin bahwa mereka tidak selalu diterima di setiap rumah. Bahkan mungkin sebaliknya, yang mereka terima lebih banyak penolakan, pengusiran, bahkan tidak sedikit cacian. Mereka tidak kenal menyerah dan tidak pernah berhenti.

Saya teringat ungkapan Winston Churchill yang paling berpengaruh adalah ketika beliau berpidato di wisuda Universitas Oxford. Churchill mempersiapkan pidato ini selama berjam-jam. Dan ketika saat pidatonya tiba, Churchill hanya mengucapkan tiga kata : ‘never give up’ (jangan pernah berhenti).

Sebagai seorang trainer, banyak orang berfikir kalau saya bisa berbicara di depan publik seperti sekarang sudah sejak awal. Tentu saja semua itu tidak benar. Awalnya, saya adalah seorang pemalu, mudah tersinggung, takut bergaul dan minder. Dan ketika memulai profesi pembicara publik, sering sekali saya dihina, dilecehkan dan direndahkan orang. Dari lafal ‘T’ yang tidak pernah lempeng, kaki seperti cacing kepanasan, tidak bisa membuat orang tertawa, pembicaraan yang terlalu teoritis, istilah-istilah yang tidak perlu, serta segudang kelemahan lainnya.

Tidak bisa tidur beberapa minggu, stres atau jatuh sakit, itu sudah biasa. Pernah bahkan oleh murid dianjurkan agar saya dipecat saja menjadi dosen di tempat saya mengajar.

Pengalaman serupa juga pernah dialami oleh banyak agen asuransi jempolan. Ditolak, dibanting pintu, dihina, dicurigai orang, sampai dengan dilecehkan mungkin sudah kebal. Pejuang kemanusiaan seperti Nelson Mandela dan Kim Dae Jung juga demikian. Tabungan kesulitan yang mereka miliki demikian menggunung. Dari dipenjara,hampir dibunuh, disiksa, dikencingin, tetapi toh tidak berhenti berjuang.

Apa yang ada di balik semua pengalaman ini, rupanya di balik sikap ulet untuk tidak pernah berhenti ini, sering bersembunyi banyak kesempurnaan hidup. Mirip dengan air yang menetesi batu yang sama berulang-ulang, hanya karena sikap tidak pernah berhentilah yang membuat batu berlobang.

Besi hanya menjadi pisau setelah ditempa palu besar berulang-ulang, dan dibakar api panas ratusan derajat celsius. Pohon beringin besar yang berumur ratusan tahun, berhasil melewati ribuan angin ribut, jutaan hujan, dan berbagai godaan yang meruntuhkan.

Di kantor kami ada seorang pramu taman sekaligus office boy yang selalu bekerja dengan senyum dan tampak tidak pernah meratapi pekerjaannya yang berat. Saya sudah mengenalnya lebih dari 5 tahun, ketika saya tanya bagaimana ia menjalani pekerjaan berat yang mungkin banyak menerima tugas-tugas rumit sebagai pesuruh kantor, ia justru bilang,

”Pak, justru saya merasa sangat senang bekerja disini. Saya bisa membantu menyelesaikan permasalahan banyak orang, meringankan beban para karyawan. Saya sangat senang ketika mereka juga merasa nyaman bekerja disini.”

Saat menunggu kapal di pelabuhan atau sedang menunggu bis berangkat, saya selalu memperhatikan penjual koran, tukang semir, pedagang asongan, mereka adalah orang-orang yang tidak pernah mudah menyerah. Mereka tidak gentar dengan penolakan. Terus bergerak, menawarkan dan terus menawarkan. Tidak pernah berhenti.

Sebagaimana seorang pendaki yang tidak akan berhenti sebelum mencapai puncak, sebagaimana pembalap yang selalu ingin mencapai finis maka jangan berhenti sebelum mencapai apa yang menjadi harapan dan cita-cita Anda.

Jika mencari guru, orang-orang bawah seperti pembantu, pedagang bakso, satpam, supir, penyanyi rendahan, dan tukang kebunlah guru-guru sejati kita. Dan dari mereka inilah pelajaran atas pidato inspiratif  Winston Churchill justru kita peroleh. Jangan menyerah.[]

Anda Luar Biasa!!!

Posted by jumadi on February 23, 2009 under Motivasi & Pengb. Diri | 2 Comments to Read

Anda Luar Biasa!!!

(dari kisah Eni Kusuma, PRT yang juga penulis buku)

 

Mitra profesional, ijinkan saya untuk bercerita sedikit tentang sosok berikut ini. Dia memang sosok yang luar biasa. Terus terang saya salah seorang (mungkin diantara sekian banyak orang) yang ingin memberikan kontribusi untuk mengisi rubrik Pembelajar.com, sebuah situs motivas yang saya sukai.

 

Namun, saya merasa belum ’kelas’nya untuk mengisi rubrik saat itu. Mungkin pengalaman dan pendidikan saya belum memadai, pikir saya waktu itu.

 

Alangkah terkejutnya ketika saya tahu beberapa waktu kemudian ada seorang kontributor yang bernama Eni Kusuma. Kontibutor yang sekali lagi, menurut saya sangat luar biasa. Anda tahu apa profesi beliau? Pembantu Rumah Tangga.

 

Beliau juga menulis sebuah buku berjudul ’Anda Luar Biasa!!!’ yang langsung saya cari ke toko buku saat itu juga.

 

Profesi sebagai pembantu rumah tangga atau TKW di negeri orang, sering dipandang sebelah mata. Sekalipun, mereka adalah penyumbang devisa negara yang tidak bisa disepelekan jumlahnya. Mereka punya peran untuk keluarga maupun bangsanya, walau penghargaan maupun perlindungan terhadap mereka sangatlah minim. Tak heran jika yang sering kita dengar adalah kisah-kisah pilu tentang tidak berdayanya para TKW ini.

 

Namun, Eni Kusuma, membalikkan semua pandangan tersebut. Enam tahun menjalani profesi sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, Eni berhasil pulang dengan membawa sesuatu. Bukan harta yang berlimpah, tetapi sebuah hasil proses pembelajaran yang sangat menakjubkan. Di tengah-tengah kesibukannya sebagai pembantu rumah tangga, ia berhasil mengasah bakat menulisnya dan bergaul dengan komunitas yang lebih luas melalui internet.

 

Lulusan sebuah SMA di Banyuwangi, Jawa Timur, ini pun aktif di sejumlah mailing list penulisan. Di sana keterampilannya berkembang pesat dan ia mulai bergaul dengan sejumlah penulis sukses. Artikel-artikelnya pun tersebar dan semakin diapresiasi oleh khalayak. Sejumlah artikel motivasinya juga berhasil dimuat di situs motivasi dan pengembangan diri terpopuler, Pembelajar.com. Dari situlah akhirnya pada April ini Eni berhasil meluncurkan sebuah buku motivasi berjudul Anda Luar Biasa!!! (Fivestar, 2007).

 

Di Indonesia atau bahkan dunia, mungkin Anda Luar Biasa!!! adalah buku motivasi pertama yang ditulis oleh seorang pembantu rumah tangga. Dan, tak tanggung-tanggung, buku ini juga dikomentari oleh tak kurang dari 27 penulis, motivator, tokoh, atau aktivis yang punya nama. Mungkin, semua ini merupakan bentuk apresiasi atas semangat dan kemauan belajar penulisnya yang benar-benar menyentuh hati.

 

Eni yang kini berusia 30 tahun, terus belajar mengasah kemampuan menulisnya. Ia juga mulai membagikan semangatnya melalui forum-forum seminar, diskusi, serta talk show di radio-radio. Sasaran yang sedang dia bidik adalah seminar di berbagai kampus untuk menyemangati para mahasiswa atau generasi muda umumnya.

 

Saya juga kagum dengan ungkapan seorang Bapak Ilmu Psikologi asal Amerika, William James, yang disitir Mbak Eni dalam bukunya tersebut:

 

Kita, manusia, selalu memikirkan apa yang tidak kita miliki dan tidak bersyukur kepada Tuhan atas apa yang kita miliki. Kita selalu melihat sisi gelap dan yang mengerikan dalam kehidupan ini. Kita tidak pernah melihat sisi cerah dalam kehidupan ini. Kita selalu bersedih atas kekurangan yang kita miliki dan tidak pernah bahagia dengan apa yang ada pada diri kita.

 

Orang-orang sukses, dan orang-orang yang luar biasa menurut saya adalah orang-orang yang selalu melihat sisi terang pada diri mereka dan selalu melihat sisi baik dari semua kejadian. Semua pasti ada hikmahnya. Begitu ungkapan mereka ketika menemui satu peristiwa, sakit sekalipun.

 

Pernah mendengar hadits Nabi Muhammad yang kurang lebih mengatakan bahwa “Akan datang suatu masa dimana memegang kebenaran laksana menggenggam bara api. Dan sangat beruntunglah orang yang berbeda.”

 

Maka dulu para aktivis pergerakan menyebut diri mereka generasi ghuraba yang artinya adalah berbeda atau asing.

 

Orang yang berbeda artinya sama dengan orang tidak normal. Tidak biasa, alias luar biasa. Extra Ordinary.  Ternyata sukses juga diraih oleh orang-orang yang berbeda dengan orang lain pada umumnya. Keberhasilan hanya diraih oleh orang yang bersikap luar biasa.

 

Paling tidak karakter orang sukses mencerminkan 4 karakter yang  saya singkat CARE.

 

Sifat yang pertama adalah Commitment, (komitmen). Orang yang sukses dalam hidupnya selalu memiliki komitmen yang kuat adalam segala hal. Lihatlah orang-orang besar yang Anda kenal. Hampir semuanya memiliki ini kan? Nabi Muhammad memegang komitmen meskipun deraan ujian menghalangi perjuangannya, Bilal sanggup menanggung hukuman cambuk untuk memegang komitmen aqidahnya. Orang besar lainnya juga demikian, dulu hingga sekarang.

 

Karakter yang kedua adalah Achievment (Pejuang). Seorang yang berhasil dalam hidupnya senantiasa berjuang dalam meraih keberhasilan. Cerita klasik Sanders dan Alfa Edison sudah Anda hafal. Orang yang meniti kesuksesan mulai dari titik terendah juga sering Anda jumpai. Perjuangan para pahlawan juga bukti sejarah artis ebuah perjuangan. Orang sukses selalu berjuang keras mencapai apa yang dicita-citakan.

 

Sifat yang ketiga orang sukses adalah Responsibility (bertanggungjawab). Tidak perlu dijelaskan panjang lebar, yang namanya tanggungjawab merupakan kaidah pokok orang-orang ebsar. Belajarlah dari Umar bin Abdul Azis ketika menjadi pemimpin 22 negara Islam dalam kekhalifahannya, lihatlah Syafrudin Prawiranegara ketika mengembalikan kursi kepresidenan kembali kepada Soekarno ketika ia kembali dan lihatlah tanggungjawab yang diberikan para pahlawan reformasi ketika para mahasiswa merasa dirinya merupakan agen perubahan.

 

Karakter keempat dari konsep CARE ini adalah Enthuastic (Antusias). Orang besar dan orang sukses pada umumnya kita ketahui mereka selalu memiliki antusiasme yang tinggi dalam melakukan pekerjaan mereka. Bukan hanya sekedar mencintai pekerjaan tapi berusaha sebisa mungkin untuk mencapai hasil yang lebih dari biasanya. Motivasi untuk berprestasinya sangat tinggi. Antusias mereka terhadap pencapaian hasil didasari kesadaran dari dalam diri mereka sendiri dan sebagian lagi mungkin karena dorongan dari eksternal. Yang pasti mereka senantiasa melakukan pekerjaan dengan penuh gairah.

 

Mengutip apa yang disampaikan oleh Mbak Eni Kusuma, siapapun Anda, lengkap dengan keadaan yang menyertai Anda. Anda adalah orang yang luar biasa! Maukah Anda menemui karunia Tuhan yang ada pada diri Anda, untuk kemudian memilih secara tepat keputusan-keputusan yang Anda ambil atas karunia itu, yang tentunya sejalan dengan akal dan budi Anda? Tentu. Karena nasib Anda ada di tangan Anda sendiri.

 

Dan, begitu Anda menyadari hal ini, Anda sungguh menjadi orang yang Luar Biasa!!! [js]

(taken from 99 Ideas for Happy Life)

home top